Pakar Thorcon Jadi Pembicara Kuliah Tamu di UB, Bahas Perkembangan Energi Nuklir dari Fisi hingga Fusi
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 9 Apr 2026
- visibility 163
- comment 0 komentar

Fusi Nuklir Menjanjikan Energi Lebih Bersih
DOORSTOP.ID, MALANG – Pakar energi nuklir dari PT Thorcon Power Indonesia, Dr. Hendri F. Windarto, menjadi pembicara dalam kuliah tamu bertema Perkembangan Energi Nuklir: Dari Fisi Nuklir hingga ke Fusi Nuklir di Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, Kamis, (2/4/2026).
Kegiatan yang digelar di Studio Gambar Bersama, Gedung Mesin 2 Fakultas Teknik UB tersebut menjadi forum akademik bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan teknologi energi masa depan, khususnya energi nuklir sebagai salah satu alternatif energi berkelanjutan.
Mengutip laman resmi UB, acara dibuka oleh Ketua Departemen Teknik Mesin, Dr. Ir. Purnami. Dalam sambutannya, ia mengatakan kuliah tamu merupakan bagian dari upaya menghadirkan perspektif industri kepada mahasiswa, terutama terkait isu strategis seperti ketahanan dan transisi energi nasional.
Dalam pemaparannya, Hendri menjelaskan perkembangan teknologi nuklir, mulai dari pemanfaatan fisi nuklir yang telah digunakan secara komersial di berbagai negara, hingga pengembangan fusi nuklir yang dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber energi masa depan.
Menurut dia, fusi nuklir menjanjikan energi yang lebih bersih dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah.
“Transisi energi membutuhkan teknologi yang stabil, efisien, dan berkelanjutan. Karena itu, pemahaman tentang energi masa depan menjadi penting bagi mahasiswa teknik,” kata Hendri.
Ia juga menyoroti relevansi energi nuklir dalam menghadapi tantangan pemanasan global serta pentingnya kemandirian energi nasional.
Menurutnya, Indonesia perlu mempersiapkan ekosistem teknologi, regulasi, serta sumber daya manusia jika ingin menjadikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai bagian dari bauran energi nasional.
Diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari aspek keamanan reaktor, pengelolaan limbah radioaktif, hingga peluang implementasi PLTN di Indonesia dalam jangka panjang.
Departemen Teknik Mesin FT UB berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan mahasiswa, tidak hanya secara teoritis tetapi juga dalam melihat perkembangan teknologi secara aplikatif, sekaligus mendorong minat riset di bidang energi maju.
Kegiatan ini juga dinilai sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau, serta SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim melalui pengembangan energi rendah emisi. (*)
- Penulis: admin


