Perempuan Garda Terdepan Gerakan Antikorupsi, KARISMA Resmi Dibentuk di Pangkalpinang
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 11 Des 2024
- visibility 90
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Pangkalpinang, Yuniar Putia Rahma, secara resmi membuka sosialisasi bertajuk “Peran Perempuan dalam Membangun Nilai Antikorupsi di Dalam Keluarga”, untuk memperingati hari antikorupsi sedunia (hakordia) yang biasanya diperingati setiap tanggal 5 Desember.
Kegiatan ini juga sekaligus menjadi momen bersejarah dengan diresmikannya komunitas Perempuan Antikorupsi Inspiratif, Mandiri, dan Adaptif (KARISMA).
Kegiatan yang berlangsung di ruang OR Kantor Wali Kota Pangkalpinang, pada Rabu (11/12/2024) ini, diinisiasi oleh Inspektorat Kota Pangkalpinang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya korupsi.
Dalam sambutannya, Yuniar Putia Rahma menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya sebagai pendidik dan pengingat dalam keluarga. “Perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi mendatang. Dengan komunitas KARISMA, kami berharap perempuan dapat menjadi pelopor integritas di masyarakat,” ujar Yuniar.
Ia juga menambahkan, bahwa perempuan (terutama istri), dapat berperan sebagai tameng yang mencegah suami dari godaan korupsi. “Istri adalah orang terdekat yang mampu memberikan pengaruh positif. Jika ada godaan untuk menyimpang, istri harus menjadi suara yang mengingatkan dan menjaga agar keluarga tetap pada jalur yang benar,” lanjutnya.
Tak hanya sekadar sosialisasi, acara ini juga menandai komitmen nyata pemerintah dalam memberdayakan perempuan untuk melawan korupsi. “Kami berharap para ketua dan kader PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan dapat menyampaikan pesan ini ke masyarakat, sehingga korupsi bisa dicegah sejak dini,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pj Wali Kota Pangkalpinang, Budi Utama, memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun budaya antikorupsi.
“Kita harus mulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Perempuan memiliki peran penting sebagai pendidik pertama bagi anak-anak dan pengingat bagi pasangannya. Dengan dukungan perempuan, gerakan antikorupsi akan lebih efektif,” tutur Budi.
Ia juga menegaskan bahwa pembentukan KARISMA adalah langkah konkret untuk membangun masyarakat yang lebih bermartabat. “Ini bukan hanya seremonial, tetapi awal dari langkah panjang menuju lingkungan yang lebih jujur dan transparan,” pungkasnya.
Komunitas KARISMA diharapkan menjadi motor penggerak perubahan di Pangkalpinang, menjadi wadah bagi perempuan untuk berbagi pengalaman, belajar bersama, dan merumuskan solusi kreatif dalam mendukung gerakan antikorupsi.
Acara ini turut dihadiri oleh para camat dan lurah perempuan, ketua PKK kecamatan dan kelurahan, serta kader PKK se-Kota Pangkalpinang. Dengan narasumber utama dari Penyuluh Antikorupsi (Paksi), kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan dalam membangun budaya antikorupsi di keluarga dan masyarakat.
Sebagai informasi, komunitas Perempuan Antikorupsi Inspiratif, Mandiri, dan Adaptif (KARISMA) merupakan bagian dari gerakan SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi). Gerakan ini memiliki cakupan nasional, dengan lebih dari 1.700 agen yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
- Penulis: admin


