Buka Semarak Ekraf ke-2, Prof Udin Targetkan Otak-Otak Pangkalpinang Tembus Pasar Nusantara
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 15 Mei 2026
- visibility 145
- comment 0 komentar

Buka Semarak Ekraf ke-2, Prof Udin Targetkan Otak-Otak Pangkalpinang Tembus Pasar Nusantara
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif (Prof Udin), bersama Wakil Wali Kota (Wawako) Dessy Ayutrisna, resmi membuka Festival Semarak Ekraf Pangkalpinang ke-2, Jumat sore (15/5/2026).
Festival tahunan ini akan berlangsung selama tiga hari hingga 17 Mei mendatang. Sepanjang akhir pekan, warga bisa menikmati beragam acara menarik. Panitia menyuguhkan pertunjukan seni budaya, pementasan teater Batin Tikal, robotic competition, workshop kriya, bazar ekonomi kreatif, coffee street market, hingga lomba mewarnai anak-anak.
Dalam sambutannya, Prof Udin mengatakan bahwa pada penyelenggaraan tahun ini, pihaknya sengaja menonjolkan otak-otak sebagai bintang utama. Ia ingin kuliner khas daerah ini naik kelas dan mampu bersaing di kancah nasional.
“Kita mengusung salah satu makanan khas Pangkalpinang yaitu otak-otak. Kita berharap produk ini dapat menembus pasar Nusantara dan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat lokal,” katanya.
Dirinya juga menegaskan, bahwa festival ini menjadi motor penggerak untuk membangkitkan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Pangkalpinang.
Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Pariwisata, panitia, sponsor, serta para pelaku industri kreatif yang terlibat.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung Festival Semarak Ekraf 2 ini. Terutama masyarakat kreatif Pangkalpinang yang ikut berpartisipasi memeriahkan kegiatan ini,” ujarnya.
Ia melihat sektor ekonomi kreatif memiliki daya tawar tinggi. Industri ini terbukti mampu memperkuat pilar ekonomi daerah, sekaligus membuka banyak lapangan kerja baru.
Menurutnya, bagi kota Pangkalpinang transformasi ke industri kreatif sudah menjadi kebutuhan mendesak. Sektor ini menjadi jalan keluar agar daerah tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan yang mulai terbatas.
“Ekonomi kreatif menjadi jawaban agar kita tidak terus bergantung pada sumber daya alam. Pangkalpinang memiliki potensi besar dalam pengembangan produk makanan lokal dan peluang ini harus kita manfaatkan bersama,” jelasnya.
“Saya berharap ekonomi kreatif di Pangkalpinang semakin bangkit dan kreatif. Hari ini kita mulai mencipta dan menunjukkan bahwa Pangkalpinang menuju kejayaan,” pungkasnya.
- Penulis: admin


