Gandeng Arsari Tambang Group, Wali Kota Pangkalpinang Resmikan Rumah Layak Huni di Air Kepala Tujuh
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 22 Sep 2026
- visibility 72
- comment 0 komentar

Gandeng Arsari Tambang Group, Wali Kota Pangkalpinang Resmikan Rumah Layak Huni di Air Kepala Tujuh
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif, secara simbolis menyerahkan bantuan satu unit Rumah Layak Huni (RLH) kepada Usman, warga kawasan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, pada Selasa pagi (22/9/2026). Hunian baru yang lebih sehat dan aman ini terealisasi berkat pemanfaatan dana tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) sektor swasta.
Pemerintah Kota Pangkalpinang menggandeng PT Mitra Stania Bemban (MSB), yang merupakan salah satu anak usaha di bawah naungan PT Arsari Tambang Group, untuk mendanai penuh proyek perbaikan rumah tersebut.
“Hari ini kita meresmikan Rumah Layah Huni, bantuan dari PT Mitra Stania Bemban yang merupakan bagian dari PT. Arsari Tambang Group. Jadi ada beberapa PT yang membantu kita di Kota Pangkalpinang. Ini ada Rumah Layah Huni, kemudian ada toilet umum, kemudian ada masjid dan ada gereja,” kata Saparudin usai prosesi serah terima kunci rumah.
Ia menambahkan, kontribusi dari korporasi swasta ini tidak hanya menyasar pada sektor hunian pribadi warga, melainkan juga menyentuh fasilitas peribadatan masyarakat umum dengan nilai yang cukup fantastis.
“Jadi bantuannya, angka yang saya tidak tahu berapa, lumayan katanya masjidnya bisa sampai ratusan juga. Dan untuk itu kami pemerintah Kota Pangkalpinang mengucapkan terima kasih, terutama masyarakat yang menerima bantuan itu. Dan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat. Ini juga ada masjid, ada gereja, juga bermanfaat untuk masyarakat beribadah,” urainya.
Saat dikonfirmasi mengenai keterlibatan penuh dari pihak swasta dalam program pembenahan lingkungan kali ini, Wali Kota membenarkan bahwa seluruh pembiayaan infrastruktur sosial di lokasi tersebut murni disokong oleh satu grup perusahaan.
“Ya, yang ini dari Arsari Tambang Group. Jadi ada beberapa anak usaha mereka yang masing-masing membantu. Ada yang masjid, yang gereja, dan yang ini rumah,” tutur Saparudin.
Ia menjelaskan bahwa jajaran pemerintah kota terus bergerak aktif mengajukan usulan pemanfaatan dana sosial kepada perusahaan-perusahaan potensial. Strategi komunikasi ini tetap dijalankan secara agresif demi kepentingan masyarakat, sekalipun area operasional pertambangan komoditas timah milik grup tersebut sebenarnya berada di wilayah kabupaten, bukan di dalam kota.
“Ya, kita selalu menjalin komunikasi, kemudian kita mengajukan proposal kepada mereka untuk bisa mengeluarkan dana CSR mereka untuk masyarakat Pangkalpinang. Sebetulnya kita Pangkalpinang ini, bukan area operasi mereka, mereka beroperasi di kabupaten, jadi tentu kita minta juga untuk Pangkalpinang sebagai ibukota provinsi ini,” jelasnya.
Langkah menarik dana dari pihak eksternal ini, dinilai krusial mengingat beban anggaran daerah masih cukup besar untuk mengentaskan masalah hunian yang belum memenuhi standar kelayakan bagi ribuan warga Pangkalpinang lainnya.
“Rumah Layak Huni ada sekitar 2.000 lebih masih sebetulnya yang perlu dibantu ya. Ini kita akan bertahap, kita mungkin tahun ini bisa sampai sekitar tiga ratusan lah ya. Dari pusat itu ada tiga ratus lebih, angkanya saya nggak tahu persis. Kemudian dari pemerintah kota sendiri juga ada, ada dana dari CSR, ada dari Baznas, dan mungkin di akhir-akhir tahun ini bisa diresmikan juga,” tukasnya.
- Penulis: admin


