Breaking News
light_mode
Beranda » BERITA » Harga Emas Spot Anjlok 3,38 Persen Pekan Ini, Pekan Depan Waktunya Beli?

Harga Emas Spot Anjlok 3,38 Persen Pekan Ini, Pekan Depan Waktunya Beli?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 3 Okt 2026
  • visibility 54
  • comment 0 komentar

Harga Emas Spot Anjlok 3,38 Persen Pekan Ini, Pekan Depan Waktunya Beli?

DOORSTOP.ID — Pasar komoditas global kembali menekan pergerakan logam mulia. Harga emas dunia di pasar spot resmi menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (2/10/2026), pada level US$ 4.140,2 per troy ons. Angka ini merefleksikan penurunan sebesar 0,9 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Koreksi harian tersebut menggenapi performa buruk sang logam mulia sepanjang periode ini. Secara mingguan, harga emas terpantau anjlok hingga 3,38 persen secara point-to-point.

Keperkasaan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS menjadi faktor utama yang membebani pergerakan emas. Sepanjang pekan ini, Dollar Index, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, menguat hampir 1 persen. Pada saat yang sama, yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun konsisten bertahan di atas level 5,2 persen.

Faktor denominasi mata uang memperparah situasi ini. Karena pasar mematok harga emas dalam dolar AS, penguatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut otomatis membuat investasi emas menjadi lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya.

Di sisi lain, karakteristik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) membuatnya kehilangan daya tarik ketika instrumen keuangan lain menawarkan imbalan yang jauh lebih tinggi.

Pelaku pasar modal mengaitkan apresiasi dolar AS dan kenaikan yield US Treasury ini dengan ekspektasi kebijakan moneter ketat. Bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), kabarnya akan menaikkan suku bunga acuan mereka dalam waktu dekat.

Berdasarkan data CME FedWatch, The Fed kemungkinan besar belum akan mengeksekusi kebijakan tersebut pada bulan ini, mengingat peluang kenaikan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke posisi 4–4,25 persen dalam rapat Oktober tinggal tersisa 22,1 persen. Namun, pasar mengendus sinyal kuat bahwa kenaikan suku bunga itu baru akan terjadi pada rapat Desember mendatang, dengan probabilitas mencapai 68 persen.

“Emas rasanya lebih cepat merespons kemungkinan kenaikan suku bunga ketimbang penurunan,” ujar Global Head of Commodity Research di Standard Chartered, Suki Cooper, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Prospek Rebound Teknis Pekan Depan

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), pergerakan emas sebenarnya masih terjebak di zona pelemahan (bearish). Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari saat ini berada di angka 42, di mana posisi di bawah level 50 mengonfirmasi tren bearish yang masih kuat.

Kendati demikian, indikator Stochastic RSI 14 hari yang menyentuh level 26, berada di bawah ambang batas 30, ini menunjukkan bahwa komoditas ini sudah masuk dalam area jenuh jual (oversold). Kondisi jenuh jual setelah koreksi yang cukup dalam ini membuka peluang bagi harga emas untuk bangkit lewat skenario technical rebound pada pekan depan.

Para investor kini perlu mencermati titik pivot point pada level US$ 4.306 per troy ons. Jika mampu melewati titik tersebut, harga emas berpotensi merangkak naik untuk menguji level resisten di kisaran US$ 4.337 hingga US$ 4.449 per troy ons, dengan target paling optimistis mencapai US$ 4.502 per troy ons.

Sebaliknya, jika tekanan jual belum mereda dan harga emas kembali terlempar ke bawah, level US$ 4.082–US$ 4.073 per troy ons akan menjadi area pertahanan (support) terdekat. Jika area support tersebut jebol, harga emas diproyeksikan akan terus meluncur ke target penurunan berikutnya di kisaran US$ 4.011 hingga US$ 3.954 per troy ons.

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PWI Babel Masuk Tim Formatur PWI Pusat Wakili Sumatera, Hidayat Arsani Diusulkan Masuk Dewan Pakar

    Ketua PWI Babel Masuk Tim Formatur PWI Pusat Wakili Sumatera, Hidayat Arsani Diusulkan Masuk Dewan Pakar

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Ketua PWI Babel Masuk Tim Formatur PWI Pusat Wakili Sumatera, Hidayat Arsani Diusulkan Masuk Dewan Pakar DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Tim Formatur penyusunan kepengurusan PWI Pusat menggelar rapat perdana secara zoom meeting, Rabu siang (3/9/2025). Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, diusulkan masuk sebagai Dewan Pakar. Rapat ini merupakan tindak lanjut keputusan Kongres Persatuan PWI 2025 […]

  • Pemkot Pangkalpinang Sambut Baik Pembangunan Rupbasan Wilayah Babel

    Pemkot Pangkalpinang Sambut Baik Pembangunan Rupbasan Wilayah Babel

    • calendar_month Sel, 22 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Pemkot Pangkalpinang Sambut Baik Pembangunan Rupbasan Wilayah Babel DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif, memberikan apresiasi tinggi atas rencana Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung yang akan membangun Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Wilayah Bangka Belitung (Babel). Hal tersebut diungkapkan Saparudin, dalam acara peletakan batu pertama pembangunan rupbasan tersebut, di kawasan Air […]

  • Hellyana Dorong HIPMI Bangkitkan Semangat Kolaborasi Ekonomi Daerah

    Hellyana Dorong HIPMI Bangkitkan Semangat Kolaborasi Ekonomi Daerah

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Hellyana Dorong HIPMI Bangkitkan Semangat Kolaborasi Ekonomi Daerah DOORSTOP.ID, BANGKA TENGAH — Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-8 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bangka Belitung yang digelar di Soll Marina Hotel, Bangka Tengah, Selasa (27/5/2025). Kehadiran Hellyana bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk dukungan konkret kepada para pengusaha muda untuk terus […]

  • PLN Nusantara Power Kunjungi UBB, Jajaki Kerja Sama Strategis

    PLN Nusantara Power Kunjungi UBB, Jajaki Kerja Sama Strategis

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 59
    • 0Komentar

    PLN Nusantara Power Kunjungi UBB, Jajaki Kerja Sama Strategis DOORSTOP.ID, BANGKA — Universitas Bangka Belitung (UBB) menerima kunjungan dari PT PLN Nusantara Power dalam rangka penjajakan kerja sama strategis yang akan dituangkan dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Kunjungan ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara dunia akademik dan industri energi nasional. Pertemuan berlangsung di […]

  • Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia

    Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
    • account_circle VRITIMES
    • visibility 43
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, JAKARTA – Google.org mengumumkan hibah senilai USD 1,5 juta kepada Indonesia Open Network (ION) untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur perdagangan digital terbuka di Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara Google & YouTube: AI untuk Ekonomi Kreatif di Jakarta, Kamis (23/7/2026), yang juga menjadi momentum peluncuran laporan mengenai peluang kecerdasan buatan (AI) bagi ekonomi kreatif […]

  • Dukung Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, PT Timah Ikut Aksi Tanam Sejuta Pohon

    Dukung Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, PT Timah Ikut Aksi Tanam Sejuta Pohon

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2024
    • account_circle
    • visibility 115
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID (PANGKALPINANG) — PT Timah ikut mendukung gerakan penanaman satu juta pohon secara serentak yang dilaksanakan oleh Polda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Kawasan GOR Sahabuddin, pada Kamis (17/10/2024). Direktur operasi dan produksi PT Timah, Nur Adi Kuncoro turut hadir langsung bersama Forkopimda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk melaksanakan penanaman pohon kayu putih. Gerakan ini […]

expand_less