Breaking News
light_mode
Beranda » BERITA » Ketua KNPI Beltim: Kepentingan Rakyat Harus Jadi Prioritas dalam Tata Kelola Timah

Ketua KNPI Beltim: Kepentingan Rakyat Harus Jadi Prioritas dalam Tata Kelola Timah

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
  • visibility 47
  • comment 0 komentar

Ketua KNPI Beltim: Kepentingan Rakyat Harus Jadi Prioritas dalam Tata Kelola Timah

DOORSTOP.ID, BELITUNG TIMUR — Keberadaan sektor pertambangan timah masih memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan ekonomi masyarakat di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Kondisi ini membuat keberlangsungan tata niaga timah dan kepastian penjualan hasil tambang menjadi perhatian masyarakat, khususnya para penambang rakyat.

Ketua KNPI Belitung Timur, Wahyu Setiawan, menilai kepentingan masyarakat perlu menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan terkait pertambangan timah di Belitung Timur.

Menurut Wahyu, PT TIMAH memiliki posisi strategis karena menjadi perusahaan yang memiliki peran penting dalam tata kelola pertimahan di Belitung Timur. Karena itu, langkah perusahaan dalam mengakomodasi timah masyarakat dinilai memiliki arti penting bagi kehidupan ekonomi warga.

“Kalau langkah PT TIMAH ketika membeli timah di tengah masyarakat dengan keterbatasan regulasi, ya itu seharusnya sudah wajar dan sudah menjadi andilnya di Belitung Timur, khususnya. Karena PT TIMAH sendiri sebagai perusahaan tunggal yang ada di Beltim,” kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan, aktivitas pertambangan masih menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat Belitung Timur. Banyak warga menggantungkan pendapatan keluarga dari aktivitas menambang maupun kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan sektor tersebut.

Menurutnya, ketika hasil tambang masyarakat dapat dibeli melalui mekanisme yang tersedia, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penambang, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian daerah.

“Pembelian timah di masyarakat dapat membantu perputaran ekonomi daerah. Karena masyarakat masih bergantung di sektor pertambangan. Maka itu yang paling besarnya, sehingga mempengaruhi perekonomian yang ada di daerah, khususnya Belitung Timur,” katanya.

Wahyu menambahkan, ketika pembelian timah terhenti, dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pertambangan.

“Kalau memang tidak ada pembelian, makanya terjadi gejolak di masyarakat kemarin. Karena ketika timah itu tidak dibeli, masyarakat tambangnya juga tidak berpenghasilan, perekonomian pasti terganggu,” ujarnya.

Menurut Wahyu, persoalan pertambangan timah di Belitung Timur perlu dilihat secara lebih komprehensif. Regulasi dan tata kelola tetap diperlukan, tetapi penerapannya juga harus mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Ia menilai masyarakat merupakan bagian penting yang harus menjadi pertimbangan dalam penyusunan dan penerapan kebijakan.

“Norma tertinggi itu masyarakat yang diutamakan. Karena adanya hukum itu kan adanya masyarakat dulu. Kalau tidak ada masyarakat, tidak akan ada hukum,” tegasnya.

Karena itu, Wahyu berharap penyelesaian persoalan pertambangan tidak hanya berhenti pada perdebatan mengenai regulasi, tetapi juga mencari solusi atas persoalan penghidupan masyarakat. Ia menilai diperlukan solusi yang dapat mempertemukan kepentingan masyarakat, perusahaan, pemerintah, dan aspek legalitas pertambangan.

Ke depan, Wahyu berharap PT TIMAH bersama pemerintah dapat kembali membangun pola pengelolaan pertambangan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menambang. Menurutnya, perlu ada kajian mengenai wilayah yang masih memungkinkan untuk ditambang masyarakat sekaligus keterbukaan informasi mengenai lokasi dan potensi wilayah pertambangan.

“Bagaimana timah hari ini kembali ke masa dulu, tugas-tugas dan hal-hal yang dilakukan adalah mengajak masyarakat menambang di wilayah-wilayah yang memang sudah ditetapkan sebagai wilayah pertambangan,” ujarnya.

Wahyu mengingatkan, masyarakat di tingkat bawah pada dasarnya membutuhkan kepastian sederhana, yakni dapat menjual hasil tambangnya melalui mekanisme yang jelas dan legal.

“Kalau masyarakat bawah kemungkinan tidak terlalu faham dengan regulasi, yang penting mereka bisa menjual hasil timah mereka,” tutupnya. (*)

Sumber: www.timah.com

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pangkalpinang Naik Peringkat dalam Evaluasi Kinerja Daerah, Ahmad Subekti: Jangan Cepat Puas

    Pangkalpinang Naik Peringkat dalam Evaluasi Kinerja Daerah, Ahmad Subekti: Jangan Cepat Puas

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Pangkalpinang Naik Peringkat dalam Evaluasi Kinerja Daerah, Ahmad Subekti: Jangan Cepat Puas DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang terus menunjukkan perbaikan dalam kinerja pemerintahan daerah. Hal ini terlihat dari peningkatan skor dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2024. Evaluasi tersebut dibahas dalam sebuah agenda resmi yang digelar di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota, […]

  • Tindak Tegas Knalpot Brong, Polda Babel Larang Bengkel Layani Pemasangan

    Tindak Tegas Knalpot Brong, Polda Babel Larang Bengkel Layani Pemasangan

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Tindak Tegas Knalpot Brong, Polda Babel Larang Bengkel Layani Pemasangan DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kepolisian Daerah (Polda) Bangka Belitung memperketat pengawasan terhadap penggunaan knalpot brong atau knalpot yang tidak sesuai standar pada kendaraan roda dua maupun roda empat. Langkah tegas ini merespons keluhan masyarakat terkait kebisingan yang mengganggu ketertiban umum di jalan raya. Kabid Humas Polda […]

  • Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, PT Timah Berdayakan Kelompok hingga Berikan Jaminan Perlindungan Sosial

    Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, PT Timah Berdayakan Kelompok hingga Berikan Jaminan Perlindungan Sosial

    • calendar_month Sel, 8 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, PT Timah Berdayakan Kelompok hingga Berikan Jaminan Perlindungan Sosial DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — PT Timah terus berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan nelayan di wilayah operasional, melalui berbagai program yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) nya, PT Timah berupaya meningkatkan perekonomian kelompok nelayan dengan memberikan bantuan seperti alat tangkap, […]

  • Saksi Sejarah, Gedung Griya Timah Jadi Lokasi Upacara Hari Sumpah Pemuda ke 96

    Saksi Sejarah, Gedung Griya Timah Jadi Lokasi Upacara Hari Sumpah Pemuda ke 96

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle
    • visibility 121
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID (PANGKALPINANG) — Gedung Griya Timah salah satu bangunan di kantor Pusat PT Timah Tbk Pangkalpinang, merupakan salah satu tempat pembentukan Angkatan Pemuda Indonesia (API) dan Gerakan Rakyat Indonesia (GRI) di Pulau Bangka. Untuk mengingatkan kembali perjuangan para pemuda kala itu yang menjadi barisan menjaga keamanan Bangka, Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama DPD KNPI Pangkalpinang menggelar […]

  • Optimalisasi Aset Daerah, Strategi Pemkot Pangkalpinang Tingkatkan PAD

    Optimalisasi Aset Daerah, Strategi Pemkot Pangkalpinang Tingkatkan PAD

    • calendar_month Ming, 24 Nov 2024
    • account_circle
    • visibility 100
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG – Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, Budi Utama, menghadiri Sosialisasi Pemanfaatan dan Pengamanan Barang Milik Daerah yang digelar Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Pangkalpinang di ruang pertemuan Bakeuda pada Kamis (21/11/2024). Acara ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan barang milik daerah demi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam kesempatan tersebut, Budi Utama menyoroti pentingnya […]

  • Jenderal “Pencuri Hati” Itu Pamit

    Jenderal “Pencuri Hati” Itu Pamit

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Oleh: Fakhruddin Halim (Sekretaris PWI Babel) Bukan perpisahan ku tangisi Hanya pertemuan ku sesali Dua baris lirik lagu berjudul “Pengorbanan”, yang dipopulerkan Mansyur S tahun 2005, kemudian dipopulerkan lagi oleh putranya Irvan Mansyur S, agaknya tepat menggambarkan perpisahan Kapolda Babel, Irjen Pol Hendro Pandowo dengan masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kabar kepindahan tugas Hendro ke […]

expand_less