Kinerja Cemerlang PT Timah Tbk di 2024, Produksi Naik 36%, Laba Tembus Rp908,81 Miliar
- account_circle
- calendar_month Jum, 22 Nov 2024
- visibility 112
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID JAKARTA – PT Timah Tbk (IDX: TINS) menggelar Public Expose (Pubex) 2024 di Le Meridien Jakarta pada Jumat (22/11/2024). Acara ini menjadi ajang penting untuk memaparkan pencapaian luar biasa perusahaan sepanjang tahun.
Dalam Laporan Keuangan Konsolidasian per 30 September 2024, TINS mencatat produksi bijih timah mencapai 15.189 ton, naik signifikan 36% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 11.201 ton. Kenaikan ini didorong oleh penambahan armada operasional dan pembukaan lokasi tambang baru, yang memperkuat kinerja produksi.
Ekspor timah perusahaan mencapai 91% dari total produksi, dengan enam negara tujuan utama: Singapura (16%), Korea Selatan (15%), India (11%), Jepang (10%), Amerika Serikat (9%), dan Belanda (8%).
Laba Melonjak Tajam
Secara finansial, TINS membukukan laba bersih hingga Rp908,81 miliar pada kuartal III-2024, melampaui target dengan pertumbuhan 169%. Pendapatan meningkat 29% menjadi Rp8,25 triliun dibandingkan periode sebelumnya, didukung kenaikan harga rata-rata logam timah sebesar 15% dari USD27.017 per metrik ton menjadi USD31.183 per metrik ton.
Namun, harga pokok pendapatan juga naik 4,5%, mencapai Rp6,05 triliun. Meski demikian, perusahaan tetap berhasil mencatatkan laba usaha sebesar Rp1,42 triliun dengan EBITDA mencapai Rp2,08 triliun, naik 194% dari periode yang sama tahun lalu.
Beberapa rasio keuangan kunci juga menunjukkan kinerja positif, seperti Quick Ratio 76%, Current Ratio 249%, Debt to Asset Ratio 44%, dan Debt to Equity Ratio 78,4%.
Transformasi Teknologi dan Fokus Keberlanjutan
Direktur Utama PT Timah Tbk, Ahmad Dani Virsal, menegaskan pentingnya transformasi teknologi dalam mendorong efisiensi dan daya saing perusahaan.
“Upaya peningkatan kinerja operasi produksi, kinerja keuangan, serta perbaikan tata kelola pertambangan timah telah memberikan dampak positif dengan peningkatan laba bersih. Kedepan tentunya hal ini harus terus ditingkatkan. Kita akan fokus pada perbaikan teknologi, baik dari alat penambangan maupun pengolahan, agar perusahaan lebih lincah dan ekonomis,” ujarnya.
Prospek Positif di Tengah Kenaikan Harga
Harga logam timah di London Metal Exchange (LME) hingga September 2024 tercatat rata-rata USD30.130 per metrik ton, naik 13,9% dari periode sebelumnya. Bloomberg memproyeksikan harga timah akan stabil di kisaran USD28.000–31.000 per metrik ton.
Ke depan, PT Timah Tbk berkomitmen untuk mengoptimalkan sistem operasionalnya, meningkatkan sumber daya cadangan, serta memaksimalkan recovery bijih timah. Dengan strategi ini, perusahaan optimis akan terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan masyarakat.
Sumber: www.timah.com
- Penulis:


