Pemkot Pangkalpinang Targetkan 100 Inovasi Daerah di 2025
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 23 Apr 2025
- visibility 127
- comment 0 komentar

Pemkot Pangkalpinang Targetkan 100 Inovasi Daerah di 2025
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang mendorong penguatan inovasi daerah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (23/4/2025). Kegiatan ini menjadi upaya tahunan Pemkot untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
Dalam paparannya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pangkalpinang, Yan Rizana, menjelaskan bahwa Rakor ini bertujuan mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghasilkan setidaknya satu inovasi.
“Kita harapkan grade di tahun 2025 ini bisa ditingkatkan, dan juga diharapkan di satu OPD itu ada satu inovasi yang kita bawa,” ujarnya.
Menurut Yan, saat ini terdapat 66 inovasi yang telah diidentifikasi untuk tahun 2025. Namun, pihaknya mendorong jumlah itu ditingkatkan menjadi 100 inovasi agar peluang meraih penghargaan di bidang pelayanan publik semakin besar.
Ia menegaskan, inovasi tidak harus menunggu ketersediaan anggaran. Di tengah efisiensi belanja daerah, kreativitas tetap bisa berjalan.
“Di era efisiensi anggaran maupun tanpa adanya anggaran pun, inovasi ini dapat berjalan dan dimunculkan untuk meraih penghargaan pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan di masa mendatang,” tegasnya.
Sasaran utama inovasi, lanjutnya, adalah mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kita tahu bahwa salah satu tugas pokok kita adalah pelayanan publik. Jadi diharapkan dengan adanya inovasi ini wujud kita dalam pelayanan publik ini bisa ditingkatkan,” kata Yan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Mie Go, turut memperkuat dorongan ini. Ia menyebut pentingnya konsolidasi antarlembaga agar setiap inovasi memenuhi kaidah dan kategori yang ditetapkan.
“Melalui Bapperida kita melaksanakan Rakor Inovasi Daerah, ini untuk menggali dari OPD-OPD untuk bisa berinovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai wartawan.
Mie Go menegaskan, keterbatasan anggaran tak boleh menjadi alasan untuk tidak berinovasi. Ia mencontohkan berbagai inovasi yang bisa dikembangkan, baik berbasis aplikasi maupun non-aplikasi.
“Diharapkan target kita pada tahun ini ada 100 inovasi, yang tentu diharapkan bukan harus dengan biaya yang mahal, tetapi bagaimana kita berinovasi dengan kondisi keuangan daerah kita yang kurang sehat,” jelasnya.
Ia menyebut, inovasi bisa diterapkan di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, kependudukan, hingga pelayanan berbasis digital seperti e-KTP, e-government, Smart City, dan Mal Pelayanan Publik (MPP).
“Saya mengajak seluruh peserta Rakor untuk aktif bersama-sama dalam gerakan inovasi ini demi menciptakan pemerintahan yang efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tutupnya.
- Penulis: admin


