Polisi Ungkap Motif Pemain Kuda Lumping yang Tewas Gantung Diri di Desa Air Anyir
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 1 Apr 2025
- visibility 236
- comment 0 komentar

Polisi Ungkap Motif Pemain Kuda Lumping yang Tewas Gantung Diri di Desa Air Anyir
DOORSTOP.ID, MERAWANG — Seorang pria berinisial NK (31), warga Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, ditemukan tewas dalam posisi tergantung di dalam rumahnya pada Selasa (1/4/2025) siang. Korban ditemukan pertama kali oleh seorang saksi setelah mendapat laporan dari kekasih korban.
Kapolsek Merawang, IPTU Syafruddin melalui laporan resminya mengungkapkan motif korban nekat mengakhiri hidupnya.
Di mana, kejadian ini bermula sekitar pukul 12.29 WIB ketika pacar korban, Dwi (30), yang tinggal di Bangka Selatan, menerima ajakan korban untuk jalan-jalan dalam rangka silaturahmi Lebaran. Namun, ajakan tersebut akhirnya dibatalkan oleh Dwi tanpa alasan yang jelas. Diduga kecewa, korban saat itu mengancam akan mengakhiri hidupnya melalui sambungan video call.
Merasa cemas, Dwi segera menghubungi Rahma (21), seorang teman korban yang tinggal di Desa Pagarawan, untuk memeriksa kondisi korban di kediamannya. Karena jarak yang cukup jauh dan cuaca hujan, Rahma kemudian meminta bantuan Dami (16), yang tinggal lebih dekat dengan rumah korban di Desa Air Anyir.
Kemudian, sekitar pukul 12.45 WIB, Dami bersama ibunya, Rupiah (35), mendatangi rumah korban. Sontak, mereka terkejut saat menemukan NK sudah dalam keadaan tergantung dengan tali nilon di ruang tengah rumahnya. Akhirnya, mereka pun segera memberi tahu warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Polsek Merawang yang datang ke lokasi, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti, di antaranya seutas tali nilon sepanjang 2,5 meter, dua unit ponsel, satu dompet berisi uang tunai Rp899 ribu, serta satu unit sepeda motor.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, selain bekas jeratan tali di lehernya. Polisi memperkirakan korban meninggal akibat kekurangan oksigen dan telah meninggal sekitar 30 menit sebelum ditemukan.
Diketahui, korban tinggal sendirian setelah berpisah dengan istrinya sekitar lima bulan lalu. Setelah musyawarah keluarga, pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai murni bunuh diri. Jenazah korban rencananya akan dimakamkan di kediaman orang tuanya di Desa Jurung, Kecamatan Merawang.
“Keluarga sudah membuat pernyataan resmi menolak otopsi dan visum serta tidak ingin melanjutkan perkara ini ke ranah hukum,” kata IPTU Syafruddin.
Saat ini, pihaknya telah melakukan langkah-langkah penanganan, termasuk mendatangi TKP, mengamankan lokasi, serta memeriksa sejumlah saksi.
Disclaimer:
Berita ini disajikan dengan tujuan memberikan informasi berdasarkan fakta yang dihimpun dari sumber terpercaya. Kami tidak bermaksud untuk mengglorifikasi atau mendorong tindakan bunuh diri dalam bentuk apa pun. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan dari keluarga, teman, atau tenaga profesional.
Dukungan kesehatan mental sangat penting, dan ada banyak pihak yang siap membantu. Jangan ragu untuk menghubungi layanan konseling atau lembaga yang menangani kesehatan jiwa di wilayah Anda.
- Penulis: admin


