SE2026 Rampung, Pemkot Pangkalpinang Evaluasi Data Desil Tak Sesuai Bersama BPS
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 10 Sep 2026
- visibility 79
- comment 0 komentar

SE2026 Rampung, Pemkot Pangkalpinang Evaluasi Data Desil Tak Sesuai Bersama BPS
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) tengah berkoordinasi intensif untuk mencari solusi atas laporan warga mengenai ketidaksesuaian data desil tingkat kesejahteraan dalam hasil Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Langkah ini diambil guna memastikan data yang tersaji benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi riil masyarakat di lapangan.
Hal itu diungkapkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pangkalpinang, Juhaini, yang dijumpai wartawan di sela-sela kegiatan Operasi Pasar, di Terminal Kampung Keramat, Kamis pagi (9/9/2026).
Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah merespons serius keluhan warga tersebut dan tengah melakukan pembahasan bersama BPS. Bagi warga yang merasa data desilnya tidak sesuai dengan kondisi nyata, mereka dapat melaporkan hal tersebut ke kantor kelurahan setempat agar bisa ditindaklanjuti.
“Itu sedang dibahas dengan BPS, untuk dicarikan solusinya seperti apa. Jadi intinya kalau Pemerintah Kota Pangkalpinang memfasilitasi kegiatan ini (Sensus Ekonomi, red) dan kita akan mendukung warga-warga kita bisa terdata dengan baik,” ujar Juhaini.
Selain menyelesaikan persoalan akurasi desil, Pemkot Pangkalpinang dan BPS saat ini juga fokus melakukan penyisiran demi menyempurnakan cakupan sensus yang baru saja selesai. Langkah ini membidik beberapa keluarga serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dirasa belum terdata secara maksimal.
“Sensus ekonomi sekarang sudah selesai, tinggal penyisiran beberapa keluarga yang belum maksimal terdata. Jadi kita sisir termasuk beberapa ASN yang belum terdata,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Juhaini juga menegaskan, validasi ulang dan pengisian informasi kembali mutlak dilakukan demi mengejar target keakuratan data yang sempurna.
“Ini bukan sensus susulan atau sensus menyusul ya. Kalau sensus kan harus seratus persen, jadi harus penuh, ini semacam konfirmasi ulang,” tegas Juhaini.
- Penulis: admin


