Breaking News
light_mode
Beranda » BERITA » THINC Indonesia 2026 Mengungkap Masa Depan Hospitality dan Destinasi Baru

THINC Indonesia 2026 Mengungkap Masa Depan Hospitality dan Destinasi Baru

  • account_circle Vritimes
  • calendar_month Kam, 17 Sep 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar

DOORSTOP.id, Jakarta – Seiring lanskap pariwisata Indonesia memasuki fase pertumbuhan baru, pertanyaannya kini bukan lagi sekadar ke mana para wisatawan ingin bepergian, tetapi bagaimana destinasi-destinasi baru dapat membangun identitas yang cukup kuat untuk menarik generasi wisatawan bernilai tinggi berikutnya. Pada edisi ke-11 THINC Indonesia, yang berlangsung pada 9–10 September 2026 di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, para pemimpin industri berkumpul di Bali untuk membahas berbagai kekuatan yang tengah membentuk kembali lanskap hospitality dan real estate di Indonesia.

Salah satu topik yang semakin mendapat perhatian adalah munculnya destinasi di luar pusat-pusat pariwisata Indonesia yang telah mapan. Seiring berkembangnya infrastruktur di berbagai wilayah kepulauan dan meningkatnya minat wisatawan terhadap privasi, autentisitas, serta pengalaman yang imersif, destinasi leisure baru mulai menarik perhatian para pengembang, investor, dan pelaku industri hospitality yang tengah mencari frontier berikutnya bagi pariwisata mewah.

Melampaui Destinasi Pariwisata yang Telah Mapan

Pasar hospitality dan real estate di Asia Tenggara tengah mengalami transformasi yang signifikan. Kebangkitan experiential travel, yang berjalan beriringan dengan pertumbuhan pariwisata dari kalangan high-net-worth individuals, membuka peluang baru bagi destinasi yang mampu menawarkan karakter tempat yang khas dan berbeda.

Namun, bagi pasar yang telah mapan, pertumbuhan menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Ketika destinasi leisure tradisional memasuki fase yang semakin matang, para pengembang dan operator perlu melihat melampaui model pariwisata konvensional untuk menemukan lokasi-lokasi yang memiliki potensi menjadi destinasi luxury yang kuat dengan identitasnya sendiri.

Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi panel “Leisure: Where are the New Destinations” di THINC Indonesia 2026. Alih-alih hanya berfokus pada hotspot geografis yang telah dikenal, diskusi tersebut mengeksplorasi bagaimana destinasi sekunder dan tersier di Indonesia dapat membangun daya tariknya melalui konsep hospitality yang terkurasi, lifestyle offerings, serta identitas destinasi yang kuat.

Bagi wisatawan luxury masa kini, lokasi yang terpencil saja tidak lagi cukup. Destinasi baru perlu memadukan rasa discovery dengan kualitas layanan, infrastruktur, dan desain yang memenuhi ekspektasi pasar luxury internasional.

Perubahan tersebut turut menggeser peran desain dalam hospitality dan real estate.

Ketika Desain Menjadi Bagian dari Identitas Destinasi

Ketika destinasi leisure baru semakin bersaing untuk mendapatkan perhatian pasar internasional, arsitektur dan desain interior kini menjadi bagian dari bahasa strategis yang digunakan sebuah destinasi untuk membangun identitasnya.

Branded residences dan proyek hospitality kelas atas merespons perubahan ini dengan memadukan luxury design, lifestyle brands, dan real estate melalui pendekatan yang semakin sophisticated. Kemitraan dengan rumah mode, brand otomotif, dan perusahaan desain yang telah dikenal secara internasional dapat memberikan identitas yang khas bagi sebuah properti sekaligus menciptakan hubungan emosional yang lebih kuat dengan calon penghuni maupun tamu.

Bagi para pengembang, hal ini melampaui persoalan estetika. Identitas desain yang dikurasi secara cermat dapat membantu menempatkan sebuah aset secara lebih kuat di tengah pasar yang semakin kompetitif, sementara kemitraan dengan brand yang memiliki positioning kuat dapat menciptakan tingkat pengenalan yang lebih luas di antara jaringan konsumen internasional.

Hasilnya adalah sebuah pendekatan baru dalam pengembangan destinasi, di mana hospitality, real estate, branding, dan desain semakin saling beririsan.

Gianfranco Bianchi, Founder and CEO of Italian Atelier serta Chief Commercial Officer dan General Manager Asia Pacific of The One Atelier, menekankan pentingnya keterkaitan tersebut dalam mengembangkan destinasi leisure baru. Menurutnya, kurasi desain yang exceptional dan kemitraan brand yang dipilih secara strategis dapat memainkan peran penting dalam memberikan identitas yang distinctive sekaligus memiliki daya tarik komersial bagi destinasi yang sedang berkembang.

Perspektif ini mencerminkan evolusi yang lebih luas dalam luxury real estate. Seiring konsumen menjadi semakin selektif mengenai bagaimana dan di mana mereka menghabiskan waktu, nilai sebuah properti semakin melampaui spesifikasi fisiknya. Bahasa desain, asosiasi dengan brand, serta keseluruhan pengalaman yang ditawarkan dapat menjadi bagian integral dari positioning sebuah aset.

Dari Infrastruktur Hospitality Menuju Identitas Destinasi

Diskusi di THINC juga menyoroti perubahan fundamental dalam cara emerging travel hubs perlu dikembangkan.

Infrastruktur merupakan fondasi yang penting, tetapi infrastruktur saja tidak cukup untuk menciptakan sebuah destinasi. Tantangannya terletak pada bagaimana potensi geografis diterjemahkan menjadi sebuah pengalaman yang memberikan alasan bagi wisatawan untuk datang, kembali, dan pada akhirnya berinvestasi.

Bagi para operator hospitality, hal ini berarti beradaptasi dengan ekspektasi yang terus berubah seiring munculnya pasar-pasar baru. Javier Salgado, Executive Vice President of Nilamani Hotels sekaligus moderator panel, menyoroti dinamika operasional yang terus berkembang dalam melayani wisatawan di destinasi-destinasi yang sedang tumbuh.

Tantangan tersebut menjadi semakin relevan bagi pasar yang ingin menarik wisatawan luxury internasional. Para operator perlu menyeimbangkan standar global dengan karakter setiap destinasi, menciptakan pengalaman hospitality yang sophisticated tanpa menghilangkan sense of place yang sejak awal menjadi daya tarik sebuah lokasi baru.

Keseimbangan antara ekspektasi internasional dan identitas lokal ini diperkirakan akan semakin penting seiring Indonesia membangun generasi berikutnya dari destinasi leisure.

Menghubungkan Desain Eropa dengan Pertumbuhan Asia-Pacific

Percakapan di THINC Indonesia 2026 juga mencerminkan semakin pentingnya kolaborasi lintas negara antara keahlian desain Eropa dan pasar luxury development Asia Tenggara yang terus berkembang.

Italian Atelier telah menempatkan dirinya di titik temu tersebut selama lebih dari satu dekade, dengan merepresentasikan lebih dari empat puluh brand furniture dan desain Eropa di kawasan Asia-Pacific. Dengan kantor di Singapore, Mumbai, Shanghai, Ho Chi Minh City, Jakarta, dan Phnom Penh, perusahaan ini beroperasi dalam jaringan pasar luxury hospitality dan real estate yang berkembang pesat.

Peran kepemimpinan ganda Bianchi semakin menghubungkan dua area yang saling melengkapi dalam ekosistem luxury development. Melalui Italian Atelier, ia merepresentasikan keunggulan furniture dan desain Eropa di kawasan Asia-Pacific. Sementara melalui The One Atelier, ia bekerja di persimpangan antara global luxury brands dan high-end real estate development, dengan mendukung berbagai proyek melalui brand scouting, interior design, dan marketing expertise.

Portofolio The One Atelier mencakup kolaborasi dengan sejumlah nama yang telah dikenal secara internasional, termasuk Armani, Aston Martin, Bentley, Dolce & Gabbana, Etro, Fendi, Karl Lagerfeld, Missoni, dan Ralph Lauren. Pipeline perusahaan mencakup luxury hotels, private residences, dan villas, yang mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap branded real estate di berbagai pasar internasional.

Bagi para pengembang yang memasuki emerging leisure destinations, hubungan tersebut menawarkan sebuah cara untuk menerjemahkan brand equity global yang telah mapan ke dalam konteks geografis baru, sembari tetap mempertahankan keterkaitan yang kuat dengan aspirasi pasar lokal.

Menatap Frontier Leisure Indonesia Berikutnya

Investasi Indonesia yang berkelanjutan dalam infrastruktur dan pariwisata membuka peluang bagi terbentuknya geografi baru dalam luxury travel. Bali tetap menjadi salah satu referensi utama, tetapi fase pertumbuhan berikutnya dapat semakin didorong oleh destinasi-destinasi yang mampu menawarkan sesuatu di luar formula luxury hospitality yang telah dikenal.

Peluang tersebut membutuhkan pendekatan pembangunan yang lebih terintegrasi, dengan mempertemukan destination strategy, hospitality operations, architecture, interior design, dan brand positioning sejak tahap awal sebuah proyek.

Bagi Italian Atelier dan The One Atelier, perkembangan regional pipeline mencerminkan perubahan tersebut. Dengan kehadiran di berbagai pasar utama Asia-Pacific dan lebih dari dua puluh lima proyek luxury global dalam pipeline The One Atelier, kedua organisasi tersebut berada pada posisi yang strategis untuk mendukung developer dan hospitality groups dalam menghadapi lanskap industri yang semakin terhubung.

THINC Indonesia 2026 pada akhirnya menegaskan sebuah realitas yang lebih luas bagi kawasan ini: generasi berikutnya dari leisure destinations tidak akan ditentukan oleh lokasi semata. Keberhasilan mereka akan bergantung pada seberapa kuat mereka mampu menerjemahkan sebuah tempat menjadi pengalaman, dan pengalaman tersebut menjadi sebuah identitas yang distinctive.

Seiring Indonesia terus membuka berbagai frontier baru bagi luxury tourism dan real estate, thoughtful design, relevant brand partnerships, serta pemahaman yang kuat terhadap karakter lokal dapat menjadi sejumlah elemen terpenting dalam membentuk destinasi yang akan mendefinisikan masa depan industri hospitality.

Press release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wako Pangkalpinang Rutin Evaluasi Kinerja OPD Tiap Bulannya

    Wako Pangkalpinang Rutin Evaluasi Kinerja OPD Tiap Bulannya

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Wako Pangkalpinang Rutin Evaluasi Kinerja OPD Tiap Bulannya DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Kota Pangkalpinang menggelar rapat penyampaian laporan bulanan terkait evaluasi kinerja fisik dan laporan keuangan,di Ruang Pertemuan Bapperida, pada Senin (16/3/2026). Rapat tersebut dihadiri Wali Kota Pangkalpinang Saparudin Masyarif, Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, Sekretaris Daerah Mie Go, para asisten, […]

  • Wali Kota Udin Apresiasi DPRD Pangkalpinang Setujui Dua Raperda Baru

    Wali Kota Udin Apresiasi DPRD Pangkalpinang Setujui Dua Raperda Baru

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Dua Raperda yang baru disahkan yaitu tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Pendapatan Asli Daerah yang Sah DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif, mengapresiasi langkah DPRD Kota Pangkalpinang yang telah menyetujui dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penting, masing-masing tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Raperda tentang Lain-lain Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang Sah. […]

  • Bawaslu Babel Salurkan Bantuan Uang Tunai untuk Korban Kebakaran di Dusun Serdang

    Bawaslu Babel Salurkan Bantuan Uang Tunai untuk Korban Kebakaran di Dusun Serdang

    • calendar_month Sab, 17 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Bawaslu Babel Salurkan Bantuan Uang Tunai untuk Korban Kebakaran di Dusun Serdang DOORSTOP.ID, SIMPANG RIMBA — Jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyalurkan bantuan uang tunai langsung kepada warga yang menjadi korban musibah kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan. Ketua Bawaslu Babel EM […]

  • BRI Region 6 Gelar Pengajian Jumat Rutin dan Syukuran Gedung Kerja Baru

    BRI Region 6 Gelar Pengajian Jumat Rutin dan Syukuran Gedung Kerja Baru

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2026
    • account_circle Vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DOORSTOP.id, Jakarta – BRI Region 6 menyelenggarakan kegiatan pengajian Jumat rutin yang dirangkaikan dengan acara syukuran menempati gedung kerja baru di Gedung Dapen BRI sebagai perluasan kantor BRI Region 6. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus memohon keberkahan agar seluruh aktivitas pekerjaan senantiasa diberikan kelancaran dan kemudahan. Acara pengajian dan syukuran dipimpin […]

  • Pemkot Pangkalpinang Siap Bersih-Bersih Perizinan: Komitmen Transparansi dan Layanan Cepat Tanpa Pungli

    Pemkot Pangkalpinang Siap Bersih-Bersih Perizinan: Komitmen Transparansi dan Layanan Cepat Tanpa Pungli

    • calendar_month Sel, 6 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Pemkot Pangkalpinang Siap Bersih-Bersih Perizinan: Komitmen Transparansi dan Layanan Cepat Tanpa Pungli DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat tata kelola perizinan yang bersih, transparan, dan efisien. Hal ini disampaikan Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Setdako Pangkalpinang, Juhaini, usai mengikuti Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Perizinan Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI, […]

  • Amankan Mudik Lebaran 2026, Gubernur Hidayat Arsani dan Kapolda Babel Terjunkan 1.602 Personel Gabungan

    Amankan Mudik Lebaran 2026, Gubernur Hidayat Arsani dan Kapolda Babel Terjunkan 1.602 Personel Gabungan

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Amankan Mudik Lebaran 2026, Gubernur Hidayat Arsani dan Kapolda Babel Terjunkan 1.602 Personel Gabungan DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bergerak cepat memastikan kenyamanan pemudik. Gubernur Babel, Hidayat Arsani, menegaskan bahwa aspek keamanan dan kondusifitas wilayah menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2026. Hal ini […]

expand_less