Wakapolda Babel Ajak Jemaat GSJA Eben Haezer Pangkalpinang Jaga Kerukunan dan Perangi Narkoba
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 18 Okt 2026
- visibility 35
- comment 0 komentar

Wakapolda Babel Ajak Jemaat GSJA Eben Haezer Pangkalpinang Jaga Kerukunan dan Perangi Narkoba.
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol Murry Mirranda, menghadiri kegiatan Minggu Kasih di Gereja GSJA Eben Haezer Pangkalpinang pada Minggu (18/10/2026). Pendeta Agustiawan Silaban bersama para jemaat menyambut hangat kedatangan jenderal bintang satu tersebut.
Acara ini berlangsung untuk mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen Polda Babel dalam mendukung Program Prioritas 100 Hari Kapolri.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol Murry mengajak seluruh jemaat untuk konsisten merawat kerukunan antarumat beragama. Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.
“Perbedaan itu indah. Jangan sampai kita terpecah belah oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Mari kita jaga persatuan, saling menghormati, dan terus mempererat kerukunan di tengah keberagaman,” kata Murry.
Selain isu toleransi, Murry menyoroti ancaman nyata penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya. Ia menegaskan bahwa barang haram tersebut merusak masa depan generasi muda sekaligus menghancurkan keharmonisan keluarga dan lingkungan sosial.
Untuk itu, ia mengimbau jemaat agar mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), yang dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.
“Saya berharap seluruh jemaat dapat menjadi polisi bagi dirinya sendiri dan menjadi pelopor keamanan di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, nyaman, dan terbebas dari bahaya narkoba,” tegasnya.
Di hadapan para jemaat, Murry juga mengingatkan pentingnya bersikap bijak saat berselancar di media sosial. Menurutnya, setiap orang wajib berhati-hati dalam menyampaikan pendapat digital agar tidak memicu konflik sosial.
“Kalau dahulu kita mengenal istilah mulutmu harimaumu, sekarang istilah itu bisa berubah menjadi jarimu harimaumu. Karena itu, pikirkan terlebih dahulu sebelum mengetik dan membagikan sesuatu di media sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran personel Polri dalam kegiatan keagamaan merupakan bukti konkret bahwa negara hadir di tengah masyarakat untuk mendengar aspirasi serta menjamin rasa aman.
“Kami berharap agenda ini mampu memperkokoh sinergi dengan warga demi mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Bangka Belitung,” tutupnya.
- Penulis: admin


