Wali Kota Pangkalpinang Sambut Baik Rencana BRIN Bangun Pabrik Pengolahan Titanium
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 30 Jul 2026
- visibility 94
- comment 0 komentar

Wali Kota Pangkalpinang Sambut Baik Rencana BRIN Bangun Pabrik Pengolahan Titanium
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang menyambut baik rencana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berniat mendirikan pabrik pengolahan titanium di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Rencana ini diungkapkan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif, setelah menerima audiensi Tim Pusat Riset Metalurgi BRIN di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026).
Dalam pertemuan yang turut didampingi Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna tersebut, tim BRIN memaparkan keberhasilan mereka dalam mengembangkan teknologi hilirisasi mineral lokal. BRIN kini siap meningkatkan skala penelitian laboratorium mereka ke tahap industri massal.
“Jadi mereka audiensi dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang terkait rencana BRIN dari sub bidang metalurgi yang mau melakukan riset terhadap mineral di Bangka Belitung, khususnya ilmenit. Mereka sudah punya hasil riset untuk mengubah ilmenit menjadi titanium,” ujar Saparudin kepada wartawan.
Saparudin menjelaskan bahwa pihak BRIN sedang merencanakan proses scale up atau peningkatan dari skala riset laboratorium menjadi sebuah pabrik. Merespons peluang besar tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang menyodorkan lahan potensial di kawasan industri Ketapang.
“Kita dari pemerintah kota menawarkan di kawasan peruntukan industri kita. Untuk rencana mendirikan pabrik itu, kita tawarkan di Kawasan Industri Ketapang. Jadi itu saja sebetulnya, mereka sedang melakukan implementasi dari hasil-hasil riset mereka untuk mineral ilmenit yang ada di Bangka Belitung. Mudah-mudahan saja bisa berhasil,” lanjutnya.
Saat ditanya mengenai target lini masa realisasi proyek tersebut, Saparudin menyebutkan bahwa agenda ini masih dalam tahap penjajakan awal. Kendati demikian, Pemkot Pangkalpinang berkomitmen penuh untuk mengawal proses perizinan dan investasi ini agar dapat berjalan lancar.
“Kalau penjadwalan sih belum ada, tapi ini baru pertemuan awal. Jadi mereka izin masuk, ketuk pintu lah istilahnya. Kita sambut baik karena sesuai dengan program dari pemerintah, mineral-mineral ini harusnya memang dilakukan proses-proses hilirisasi,” jelas Saparudin.
Ia menambahkan, Bangka Belitung kaya akan komoditas mineral berharga seperti timah, zirkon, ilmenit, silika, hingga logam tanah jarang (rare earth element) yang selama ini potensinya belum tergarap optimal di sektor hilir. Saparudin menegaskan pentingnya menaruh fasilitas pengolahan di daerah asal agar dampak ekonominya langsung terasa oleh masyarakat.
“Kami tentunya sebagai pemerintah daerah mengharapkan bahwa proses hilirisasi pabriknya itu berada di Bangka Belitung, khususnya di Kota Pangkalpinang. Tentunya kalau pabriknya ada di sini, kita berharap tenaga kerjanya bisa dari tenaga kerja lokal Pangkalpinang,” tutupnya.
- Penulis: admin


