Waspada Cuaca Ekstrem, Hidayat Arsani Tekankan Kesiapsiagaan dan Pemahaman Masyarakat Jadi Kunci Utama
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 6 Mei 2026
- visibility 74
- comment 0 komentar

Waspada Cuaca Ekstrem, Hidayat Arsani Tekankan Kesiapsiagaan dan Pemahaman Masyarakat Jadi Kunci Utama
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mengingatkan masyarakat mengenai tingginya risiko bencana yang mengintai wilayahnya. Saat membuka sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana di Plaza Kuliner Pantai Pasir Padi, Rabu pagi (6/5/2026), ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan pemahaman mitigasi bencana bagi masyarakat pesisir.
“Wilayah kita memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan pemahaman masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan. Keselamatan warga, terutama mereka yang bekerja di laut, tidak bisa ditawar lagi,” tegas Hidayat.
Dalam kegiatan yang digagas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel tersebut, Gubernur Hidayat secara simbolis memasangkan jaket pelampung (life jacket) kepada salah satu perwakilan nelayan. Ia berpesan, cuaca ekstrem adalah ancaman yang selalu mengintai.
Kekhawatirannya itu senada dengan realita yang dihadapi para nelayan di lapangan. Iwan, salah satu nelayan yang hadir, mengakui perubahan cuaca di laut seringkali terjadi secara mendadak dan mematikan.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu kami, terutama yang setiap hari melaut. Kadang cuaca berubah cepat, jadi kami memang harus lebih waspada. Dengan adanya sosialisasi ini, kami jadi lebih paham bagaimana menjaga keselamatan,” tutur Iwan.
Momentum ini juga menandai satu tahun kepemimpinan Hidayat Arsani sebagai Gubernur. Sebagai simbol rasa syukur dan solidaritas, ia memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada perwakilan nelayan.
Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Ketangguhan sebuah daerah dalam menghadapi bencana sangat bergantung pada kolaborasi antara warga dan sektor usaha.
“Penanganan bencana adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menciptakan ketangguhan daerah,” tutur Hidayat.
“Saya berharap masyarakat Babel mulai mengubah pola pikir. Kesiapsiagaan bukan cuma mengikuti program pemerintah, tapi bisa jjadi budaya sehari-hari agar korban jiwa bisa kita minimalkan saat cuaca ekstrem melanda,” tukasnya.
- Penulis: admin


