Yogi Maulana Desak Pertamina Segera Atasi Antrean Panjang BBM di Babel
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar

Yogi Maulana Desak Pertamina Segera Atasi Antrean Panjang BBM di Babel
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Anggota Komisi III DPRD Bangka Belitung, Yogi Maulana, mendesak PT Pertamina untuk segera membongkar akar masalah kelangkaan, serta antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang telah lama terjadi di wilayah tersebut.
Yogi menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang mempertemukan pihak Pertamina, para pemilik SPBU, dinas terkait dan aparat kepolisian di ruang Banmus DPRD Babel, pada Kamis (29/10/2026). Ia menegaskan, bahwa masyarakat tidak boleh terus menjadi korban dari persoalan klasik yang berlarut-larut tak kunjung selesai selama bertahun-tahun ini.
Di kesempatan itu, Yogi mempertanyakan akurasi data pasokan BBM yang digelontorkan Pertamina ke setiap Kabupaten dan Kota di Bangka Belitung. Ia meragukan volume kiriman tersebut, apakah benar-benar telah sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan atau tidak.
“Apa sih penyebab utama antrean ini? Apakah masalah pada pasokan, jadwal distribusi atau kapasitas pelayanan SPBU, atau ada dugaan penyimpangan yang harus ditelusuri? Kalaupun ada penyimpangan yang harus ditelusuri, sampaikan kepada kita. Kebetulan di sini ada Pak Dirkrimsus Polda Babel,” tegas Yogi.
Legislator Partai Gerindra ini membeberkan fakta lapangan, di mana hampir seluruh wilayah Pangkalpinang terus dikepung antrean kendaraan yang mengular hingga berhari-hari. Masalah ini bahkan ia saksikan langsung setiap hari di kawasan pemukimannya.
“SPBU yang dekat rumah saya pun masih banyak antriannya, Pak, kebetulan di depan rumah. Tolong dicek. Kemarin ada telepon Pertamina berjanji katanya sampai 21 Oktober kalau tidak salah, untuk penyelesaian, tapi sampai detik ini pun tidak ada,” ungkap Yogi.
Lebih lanjut, Yogi juga mengapresiasi langkah cepat Polda Babel yang belakangan telah berhasil melakukan sejumlah penangkapan terkait penyelewengan BBM. Kendati demikian, ia meminta kepolisian dan Pertamina memperketat pengawasan, terutama di area-area krusial seperti kawasan Ketapang yang kerap dilaporkan lumpuh akibat antrean kendaraan.
Ia mengingatkan seluruh pihak yang hadir agar tidak menjadikan rapat ini sebagai seremonial belaka. Mengingat kegiatan dewan dibiayai oleh anggaran negara, Yogi menuntut Pertamina dan pemilik SPBU memberikan transparansi penuh mengenai kondisi stok, kendala operasional, serta pola pelayanan di lapangan.
“Pada rapat kali ini kita menggunakan uang rakyat, jadi kita harus mendapatkan langkah konkrit dan jawaban bagi masyarakat. Jangan hanya kita rapat tapi tidak ada jalan keluar yang baik. Kami minta pemilik SPBU terbuka di tempat ini agar bisa dicarikan jalan keluar bersama,” tambahnya.
Sebagai wakil rakyat, Yogi berkomitmen untuk terus mengawal isu ini sampai tuntas agar masyarakat mendapatkan kepastian. Ia tidak ingin mendengar lagi alasan ataupun imbauan sepihak, yang meminta masyarakat untuk terus memaklumi keadaan tanpa adanya solusi nyata dari pemangku kebijakan.
“Kepada semuanya, jangan sampai masyarakat diminta bersabar terus, sementara kita belum bisa menjelaskan secara pasti di mana letak persoalannya. Kalau masalahnya pasokan, benahi pasokannya. Kalau masalahnya distribusi, benahi distribusinya. Kalau ada pelanggaran, mohon diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutur Yogi.
“Tetapi yang paling penting adalah jangan biarkan masyarakat kita terus menanggung akibatnya. Kami minta solusi nyata, bukan sekadar penjelasan saja,” pungkasnya.
- Penulis: admin


