PKL di Pangkalpinang Masih Dirawat Usai Dianiaya Preman, Pelaku Masih Buron
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 26 Okt 2025
- visibility 91
- comment 0 komentar

Lokasi korban dianiaya. (Foto: Berry/Humas).
PKL di Pangkalpinang Masih Dirawat Usai Dianiaya Preman, Pelaku Masih Buron
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kasus penganiayaan terhadap seorang pedagang kaki lima (PKL) di Kota Pangkalpinang terus mendapat perhatian serius dari kepolisian.
Korban bernama Tabarokah alias Oka, yang dianiaya setelah menolak dipalak, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, akibat luka serius di bagian hidung yang diduga patah.
Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, membenarkan perkembangan terbaru kasus tersebut. Ia menjelaskan, laporan polisi dari pihak korban telah diterima sejak dua hari lalu, dan tim Buser Naga Polresta Pangkalpinang kini tengah memburu pelaku yang diduga sebagai preman di kawasan Alun-Alun Jalan Diponegoro.
“Korban masih dirawat di RSUD Depati Hamzah. Laporan polisi sudah kami terima, dan untuk terduga pelaku saat ini masih dalam pengejaran oleh tim Buser Naga,” kata Kombes Pol Max Mariners, saat dikonfirmasi, Minggu (26/10/2025).
Perwira menengah itu menegaskan, bahwa pihaknya berkomitmen menindak tegas pelaku tindak kekerasan dan aksi premanisme di wilayah hukumnya.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku premanisme yang meresahkan masyarakat. Siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan akan kami proses sesuai hukum,” tegasnya.
Sebelumnya, insiden penganiayaan terjadi Kamis malam (23/10/2025) di sekitar Alun-Alun Taman Merdeka, Jalan Diponegoro, Kelurahan Batin Tikal, Kecamatan Tamansari, Kota Pangkalpinang.
Korban seorang pedagang kaki lima bernama Tabarokah alias Oka, dipukul hingga mengalami luka di bagian hidung, setelah menolak permintaan uang dari pelaku yang diduga sering memalak pedagang di kawasan tersebut.
Hingga kini, tim Buser Naga Polresta Pangkalpinang masih bergerak di lapangan untuk memburu pelaku, dan mengungkap motif lengkap di balik aksi kekerasan tersebut.
- Penulis: admin


