Empat Juta Warga Jakarta Tak Mudik, Menpar Ajak Manfaatkan Museum sebagai Destinasi Libur Lebaran
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 23 Mar 2026
- visibility 92
- comment 0 komentar

Apresiasi Inovasi Pengelola Museum
DOORSTOP.ID, JAKARTA — Sekitar empat juta warga Jakarta diperkirakan tidak melakukan mudik pada libur Lebaran 2026.
Kondisi ini dinilai menjadi peluang bagi destinasi wisata dalam kota, termasuk museum, sebagai alternatif rekreasi yang edukatif dan terjangkau.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan masyarakat yang tetap berada di ibu kota dapat memanfaatkan berbagai destinasi wisata lokal untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga.
“Kepada masyarakat Indonesia, khususnya yang tidak bepergian ke luar kota, mari berwisata di dalam negeri. Di kota-kota kita banyak sekali daya tarik wisata yang sangat baik dan juga edukatif, seperti museum,” ujar Widiyanti, dilansir dari Republika, Senin (23/3/2026).
Menurut dia, museum saat ini tidak lagi sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi telah berkembang menjadi ruang publik yang interaktif dan ramah keluarga.
Karena itu, lanjut Widiyanti, museum dinilai relevan sebagai pilihan wisata bagi warga yang menghabiskan libur Lebaran di Jakarta.
Selain museum, Kementerian Pariwisata juga mendorong masyarakat memanfaatkan berbagai agenda wisata daerah yang masuk dalam program Kharisma Event Nusantara selama periode libur Lebaran.
Sebelumnya, pada Selasa (17/3/2026), Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, meninjau kesiapan sejumlah museum di Jakarta.
Kunjungan tersebut, dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas menghadapi potensi lonjakan pengunjung selama libur panjang Nyepi dan Idulfitri.
Adapun museum yang dikunjungi, diantaranya Museum Kebangkitan Nasional, Galeri Nasional Indonesia, dan Museum Nasional Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Widiyanti menyoroti pentingnya pengaturan alur pengunjung, sistem antrean, kebersihan fasilitas umum, serta aspek keamanan untuk menjamin kenyamanan pengunjung.
“Integrasi layanan digital seperti pembelian tiket secara daring juga didorong untuk meningkatkan kemudahan akses,” kata Widiyanti.
Widiyanti juga mengapresiasi inovasi yang dilakukan pengelola museum, termasuk penyediaan ruang pameran imersif di Museum Nasional Indonesia yang memberikan pengalaman lebih interaktif bagi pengunjung.
“Melalui berbagai upaya tersebut, kami ingin mendorong masyarakat memanfaatkan destinasi dalam negeri sebagai ruang rekreasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya wawasan serta memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujarnya. (*)
- Penulis: admin


