Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Terseret dalam Pusaran Korupsi Impor Blueray Cargo
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 7 Mei 2026
- visibility 182
- comment 0 komentar

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Terseret dalam Pusaran Korupsi Impor Blueray Cargo
DOORSTOP.ID, JAKARTA — Skandal dugaan korupsi importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kian memanas. Nama Direktur Jenderal Bea Cukai, Djaka Budhi Utama, kini mencuat dalam berkas dakwaan bos PT Blueray Cargo, John Field.
Benang merah keterlibatan sang Dirjen bermula dari sebuah pertemuan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Juli 2025. Dalam dokumen dakwaan yang dikutip Kamis (7/5/2026), Djaka disebut hadir bersama sejumlah pejabat teras Bea Cukai untuk menemui para pengusaha kargo, termasuk John Field.
“Pada Juli 2025, bertempat di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan Nomor 1, Pasar Baru, Sawah Besar Jakarta Pusat, dilakukan pertemuan antara pejabat-pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai antara lain Djaka Budi Utama, Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonongan Sianipar,” bunyi petikan surat dakwaan tersebut.
Ironisnya, tiga pejabat pendamping Djaka dalam pertemuan itu yakni Rizal (Eks Direktur P2), Sisprian Subiaksono (Kasubdit Intelijen), dan Orlando Hamonangan (Kasi Intelijen), kini telah menyandang status tersangka.
Lobi “Jalur Merah” Berujung Aliran Dana Rp61 Miliar
Dakwaan tersebut membeberkan bahwa usai pertemuan formal tersebut, John Field bergerak cepat melakukan lobi bawah tangan dengan Orlando dan Fillar Marindra. Ia mebgeluhkan barang-barang impor Blueray Cargo sering tertahan di “jalur merah” dan terkena dwelling time yang lama.
Kesepakatan jahat pun terjalin. Demi memuluskan keluarnya barang dari pengawasan kepabeanan, John Field diduga menggelontorkan uang pelicin fantastis mencapai Rp61,3 miliar yang tersebar di berbagai lokasi.
Tak hanya uang tunai, para pejabat ini juga dimanjakan dengan fasilitas hiburan senilai Rp1,45 miliar, jam tangan mewah Tag Heuer untuk Orlando, hingga satu unit Mazda CX-5 untuk Enov Puji Wijanarko.
KPK Buka Peluang Panggil Sang Dirjen
Menanggapi fakta persidangan yang menyeret orang nomor satu di Bea Cukai tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai angkat bicara.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberi sinyal bahwa penyidik tidak akan menutup mata terhadap peran pihak-pihak yang muncul dalam dakwaan.
“Tentu penyidik akan melakukan penjadwalan untuk permintaan keterangannya,” tegas Budi.
Ia menambahkan, KPK membuka peluang lebar untuk memeriksa siapa pun yang dianggap mengetahui atau bisa memperjelas konstruksi perkara korupsi importasi ini.
- Penulis: admin


