Kasus Hipertensi Tembus 19 Ribu, Pemkot Pangkalpinang Gencarkan Germas 2026
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 16 Jul 2026
- visibility 122
- comment 0 komentar

Kasus Hipertensi Tembus 19 Ribu, Pemkot Pangkalpinang Gencarkan Germas 2026
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah pola pikir dari mengobati menjadi mencegah penyakit melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Ajakan ini menyusul lonjakan signifikan kasus penyakit tidak menular (PTM) di wilayah tersebut, seperti hipertensi yang menembus belasan ribu kasus.
Hal itu diungkapkan Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Devi Ingson Syahputra, saat mmewakili Wali Kota, Prof. Saparudin Masyarif, membuka kegiatan kampanye Germas tingkat Kota Pangkalpinang tahun 2026 di halaman kantor BKPSDMD, Kamis pagi (16/7/2026).
Dalam sambutannya, Devi mengungkapkan kekhawatiran pemerintah terhadap kompleksitas tantangan kesehatan saat ini. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang tahun 2025, tercatat ada 19.003 kasus hipertensi dan 5.063 kasus diabetesd mellitus di Kota Pangkalpinang.
Kondisi tersebut, kata dia, diperparah oleh kebiasaan masyarakat yang kurang bergerak, konsumsi makanan tidak sehat, kurang istirahat, serta keengganan memeriksakan kesehatan secara berkala. Oleh karena itu, lanjut Devi, tema Germas 2026, yaitu “Membudayakan Perilaku Hidup Sehat, Menuju Masyarakat Pangkalpinang yang Sehat, Sejahtera, dan Produktif”, harus menjadi komitmen nyata.
“Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi merupakan komitme bersama untuk membangun budaya hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja, sekolah, hingga seluruh lapisan masyarakat,” tegasya.
Devi menjelaskan, Germas merupakan gerakan nasional untuk membangun paradigma sehat dengan mengutamakan pencegahan ketimbang pengobatan. Pendekatan promotif dan preventif ini menjadi investasi terbaik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Lebih lanjut, ia juga merincikan tiga langkah sederhana yang bisa diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya bergerak aktif minimal 30 menit setiap hari, seperti jalan kaki, bersepeda, atau senam.
Lalu, makan buah dan sayur setiap hari demi memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Serta mmelakukan pemeriksaan kesehatan berkala, terutama bagi usia produktif dan lanjut usia guna mendeteksi risiko penyakit sejak dini.
“Membudayakan perilaku hidup sehat berarti menjadikan perilaku sehat sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika sakit. Budaya hidup sehat harus menjadi karakter masyarakat Pangkalpinang,” lanjutnya.
Selain kesadaran individu, Devi menekankan bahwa keluarga merupakan unit terkecil sekaligus benteng utama dalam membentuk kebiasaan sehat. Orang tua memegang kendali penting untuk memberikan contoh langsung kepada anak-anak mereka.
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan dan kader posyandu sebagai garda terdepan edukasi masyarakat. Devi meminta para camat, kepala puskesmas, dan seluruh perangkat daerah untuk meruntuhkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi.
“Program kesehatan tidak akan berhasil jika berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, media massa, dan seluruh warga kota,” jelas Devi.
“Kesehatan adalah modal utama dalam membangun masa depan. Tanpa kesehatan, sulit bagi kita untuk bekerja, belajar, berkaryas, dan berkontribusi secara optimal bagi daerah dan bangsa,” pungkasnya.
- Penulis: admin


