Bongkar Taktik Cukong Timah Ilegal, Kapolda Babel Beri Atensi Khusus Jalur Laut Kepri
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 13 Agu 2026
- visibility 45
- comment 0 komentar

Bongkar Taktik Cukong Timah Ilegal, Kapolda Babel Beri Atensi Khusus Jalur Laut Kepri
DOORSTOP.ID, BATAM — Kapolda Bangka Belitung (Babel) Irjen Pol Viktor T. Sihombing bergerak cepat memetakan jalur tikus distribusi tambang ilegal ke luar negeri. Ia menemui Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol Asep Safrudin di Mapolda Kepri untuk membedah sekaligus memutus taktik para cukong yang kerap memanfaatkan wilayah perairan Kepri sebagai titik transit penyelundupan timah, pada Kamis (13/8/2026).
Irjen Pol Viktor yang didampingi beberapa Pejabat Utama Polda Babel disambut langsung oleh Irjen Pol Asep Safrudin bersama jajarannya. Pertemuan ini dilakukan guna memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi penegakan hukum lintas wilayah.
Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Agus Sugiyarso, membenarkan agenda pertemuan penting antara kedua jenderal bintang dua tersebut.
“Iya benar. Hari ini Bapak Kapolda Babel Irjen Pol Viktor bersama beberapa PJU berkunjung ke Polda Kepri dan bertemu langsung dengan Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin di Mapolda Kepri,” kata Agus di Pangkalpinang, Kamis siang.
Agus membeberkan bahwa agenda utama tatap muka ini adalah merumuskan formula taktis dalam mengejar para pemodal besar di balik layar. Polisi fokus mengantisipasi kebocoran komoditas berharga yang keluar dari wilayah hukum Bangka Belitung.
“Salah satu yang jadi pembahasan pertemuan ini adalah langkah pencegahan dan penindakan tindak pidana penyelundupan timah yang berasal dari wilayah Bangka Belitung,” timpalnya.
Langkah ini diambil karena para pelaku dinilai semakin cerdik dalam menyembunyikan barang jarahan mereka. Para cukong timah ilegal kedapatan kerap menggunakan pulau-pulau terluar dan sepi berpenghuni di Kepri untuk menghindari radar patroli petugas laut.
“Like we know (seperti kita ketahui), ada beberapa modus yang kerap digunakan para pelaku, salah satunya mengirimkan timah ilegal dari Bangka Belitung menuju wilayah Kepulauan Riau dengan cara transit di pulau-pulau kecil guna mengelabui pengawasan aparat,” ungkap Agus.
Menyikapi ruang gerak penyelundup yang dinamis, Agus menyebut pihaknya kini resmi memperluas jaring penangkapan. Tidak hanya bekerja sama dengan Polda Kepri, Polda Babel juga membangun barikade pengamanan di lima wilayah hukum Polda lainnya yang menjadi jalur peredaran tradisional para penyelundup, di antaranya Polda Jambi, Polda Sumatera Selatan, Polda Lampung, Polda Banten, hingga Polda Metro Jaya.
Langkah ini diambil mengingat jalur peredaran timah ilegal kerap melintasi berbagai wilayah tersebut sebelum sampai ke tangan penadah maupun diselundupkan ke luar negeri.
“Maka dari itu, selain melakukan penegakan hukum, kami juga aktif membangun koordinasi dan kerja sama dengan sejumlah Polda daerah lainnya yang menjadi jalur peredaran timah ilegal,” sambungnya.
Tidak main-main, koridor hukum penindakan ini juga ditarik hingga ke level internasional. Polda Babel telah meminta asistensi khusus serta petunjuk teknis dari Bareskrim Polri dan Divisi Hubungan Internasional (Div Hubinter) Polri untuk membuka komunikasi dengan Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM).
Langkah ini dipicu oleh temuan fakta dari otoritas Malaysia. Di mana, PDRM sebelumnya sempat menyita sejumlah besar pasokan timah ilegal di wilayah mereka, yang setelah ditelusuri secara mendalam, terbukti dikirim secara gelap menyeberang dari perairan Bangka Belitung.
“Bapak Kapolda berkomitmen untuk terus memberantas tindak pidana penyelundupan timah yang berpotensi merugikan keuangan negara. Sinergi antar wilayah dan kerja sama lintas negara ini bisa menjadi kunci penting dalam menekan praktik ilegal ini ke depannya,” pungkas Agus.
- Penulis: admin


