Kadinkes Pangkalpinang: Semua Petugas Rumah Sakit, Termasuk Non-Nakes, Wajib Ramah dan Jelas Beri Informasi
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 18 Sep 2026
- visibility 92
- comment 0 komentar

Kadinkes Pangkalpinang: Semua Petugas Rumah Sakit, Termasuk Non-Nakes, Wajib Ramah dan Jelas Beri Informasi
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Pangkalpinang, dr. Hisar Mangoloi Manalu menegaskan bahwa seluruh petugas rumah sakit, termasuk tenaga non-kesehatan (non-nakes), wajib memberikan pelayanan yang ramah dan informasi yang jelas kepada pasien maupun keluarganya.
Hal tersebut disampaikan dr. Hisar, setelah membuka workshop peningkatan service excellent dan komunikasi efektif yang berlangsung di ruang pertemuan Betason, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, Jumat (18/9/2026). Ia menilai pelibatan non-nakes seperti petugas administrasi, keamanan, hingga kebersihan sangat krusial karena mereka juga pasti akan berinteraksi dengan masyarakat.
“Non-nakes juga kita libatkan dalam workshop ini karena di rumah sakit ini kan semua orang itu nantinya suatu saat akan berjumpa dengan pasien atau keluarga pasiennya,” ujar dr. Hisar kepada doorstop.id.
Menurutnya, setiap pasien yang datang tentu mengharapkan perlakuan dan standar pelayanan yang sama dari siapa pun petugas yang mereka temui di rumah sakit.
“Jadi kalau misalnya kita sebagai pasien, pasti akan mengharapkan siapa saja petugas yang bertemu dengan kita melakukan hal yang sama. Misalnya ramah, dan memberikan informasi yang jelas. Jadi mau tidak mau, walaupun bukan nakes, seluruhnya harus bisa tersosialisasi dan bisa melaksanakan apa yang kita laksanakan hari ini,” tambahnya.
Guna memastikan perubahan ini berjalan konsisten, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang menginstruksikan seluruh unit pelayanan untuk segera menyusun Standard Operating Procedure (SOP) komunikasi yang ketat. Langkah ini diambil agar instansi kesehatan setempat mampu menjawab ekspektasi publik yang kian dinamis.
“Ya, kita sudah meminta seluruh yang pelayanan itu membuatkan SOP, karena mau tidak mau ya mengikuti zaman lah ya, karena semakin zaman ini tuntutan semakin tinggi,” kata dr. Hisar.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan layanan kesehatan tidak melulu diukur dari kesembuhan medis pasien secara mutlak. Transparansi dan kejelasan informasi dari para petugas justru menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat.
“Kita melihatnya secara global juga ya, karena salah satu adalah bagaimana tanggapan dari masyarakat atau pasien dari rumah sakit itu. Apakah ada komplain, atau apakah dia terinformasi tentang pelayanannya, atau apakah dia merasa puas dengan hasil layanannya, dan sebagainya,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Hisar menekankan bahwa komunikasi yang jujur dan edukatif dapat meredam potensi kekecewaan pasien, sekalipun hasil medis tidak sesuai harapan.
“Karena service excellence itu bukan hanya komplain saja, tapi kalau misalnya dia merasa dia tidak sembuh, kadang dia juga bisa tidak puas. Tapi kalau misalnya kita ada informasi dan memberikan informasi yang sejelas-jelasnya, mungkin saja dia tidak sembuh tapi dia merasa bahwa dia sudah mendapatkan informasi tentang penyakitnya, potensi tentang kesembuhannya dan sebagainya. Kan tidak semua, tidak mungkin semua bisa sembuh ya,” urainya.
“Kadang ada yang bisa distabilkan, bisa disembuhkan, bisa dirujuk dengan aman dan sebagainya itu menjadi salah satu indikasi yng baik bagaimana pelayanan di rumah sakit ataupun pelayanan masyarakat,” imbuhnya.
Pihaknya juga memastikan program peningkatan kapasitas ini tidak akan berhenti di RSUD Depati Hamzah saja. Kedepannya, dr. Hisar menargetkan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama hingga pos kedinasan untuk menerapkan standar pelayanan yang serupa.
“Ya, kami mengharapkan nanti ini di Puskesmas ataupun di laboratorium ataupun di dinas sendiri bisa melaksanakan hal yang sama. Jadi kami mengharapkan, bukan hanya di rumah sakit saja, tapi di seluruh yang melayani masyarakat,” harap dr. Hisar.
“Kami juga berharap dari pelatihan atau workshop ini, indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan di kota Pangkalpinang dapat meningkat signifikan dan meminimalisir angka komplain di masa mendatang,” tukasnya.
- Penulis: admin


