Breaking News
light_mode
Beranda » BERITA » Karhutla Ancam Satwa Liar, PT TIMAH dan Alobi Perkuat Penyelamatan di Bangka Belitung

Karhutla Ancam Satwa Liar, PT TIMAH dan Alobi Perkuat Penyelamatan di Bangka Belitung

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 18 Sep 2026
  • visibility 53
  • comment 0 komentar

Karhutla Ancam Satwa Liar, PT TIMAH dan Alobi Perkuat Penyelamatan di Bangka Belitung

DOORSTOP.ID, BANGKA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Bangka Belitung tidak hanya mengancam vegetasi, tetapi juga habitat dan keselamatan satwa liar. Kondisi ini mendorong PT TIMAH Tbk bersama Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Air Jangkang untuk memperkuat upaya penyelamatan dan rehabilitasi satwa yang terdampak.

Ketua Alobi Foundation, Langka Sani, mengatakan meningkatnya kejadian kebakaran hutan membuat satwa liar kehilangan habitat alaminya. Satwa yang berusaha menyelamatkan diri kemudian keluar dari kawasan hutan dan tidak jarang masuk ke permukiman masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena Bangka Belitung merupakan wilayah kepulauan dengan habitat satwa liar yang relatif terbatas dan terfragmentasi. Ketika salah satu kawasan hutan terbakar, satwa akan mencari lokasi yang lebih aman, namun pergerakannya dapat terhambat oleh jalan maupun permukiman.

“Ketika habitatnya terbakar, otomatis membuat satwa liar keluar dari habitat alaminya. Mereka mencoba keluar dari zona kebakaran untuk mencari habitat yang baru, tetapi habitatnya terpotong oleh jalan atau permukiman masyarakat,” kata Langka.

Dalam beberapa bulan terakhir, ALOBI mencatat lebih dari 20 laporan terkait satwa yang terdampak karhutla. Satwa yang diselamatkan antara lain trenggiling, elang, kukang, tarsius, serta berbagai jenis burung.

Langka menyebut satwa yang paling banyak ditemukan dalam kondisi membutuhkan pertolongan adalah kukang dan tarsius. Kedua satwa tersebut memiliki karakteristik pergerakan yang membuatnya cukup rentan ketika habitatnya dilanda kebakaran.

Tarsius, misalnya, hanya mampu berpindah dengan lompatan sekitar tiga meter. Ketika kawasan di sekitarnya terkepung api, ruang gerak satwa ini menjadi sangat terbatas karena bergantung pada pepohonan yang masih tersisa.

Sementara itu, kukang Bangka yang merupakan satwa endemik Bangka memiliki pergerakan yang lebih lambat. Satwa ini berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya dengan cara memanjat atau berjalan di atas pepohonan sehingga rentan ketika kawasan hutan terbakar.

“Untuk satwa endemik kita, kita memiliki kukang Bangka. Mereka agak sedikit pelan gerakannya dibanding satwa lainnya dan tidak bisa seperti tarsius yang meloncat. Mereka dari pohon ke pohon dengan cara memanjat atau berjalan di atas pohon. Ini sangat berbahaya bagi mereka saat kebakaran,” ujarnya.

Dampak kebakaran juga dapat membuat satwa keluar dari kawasan hutan dan menghadapi risiko lain ketika mencari tempat aman. Salah satu kasus yang kini ditangani ALOBI adalah seekor kukang Bangka yang mengalami luka serius setelah diduga tersetrum tiang listrik ketika berusaha berpindah dari habitatnya.

Akibat kondisi tersebut, satwa itu harus menjalani tindakan amputasi pada bagian tubuh yang sudah tidak dapat diselamatkan. Kondisinya juga membuat satwa tersebut tidak memungkinkan untuk dikembalikan ke habitat alaminya.

Untuk menangani satwa terdampak karhutla, ALOBI bersama para pemangku kepentingan meningkatkan pemantauan dan merespons laporan masyarakat. Satwa yang ditemukan akan dievakuasi untuk mendapatkan penanganan, rehabilitasi, dan selanjutnya dilepasliarkan apabila kondisinya memungkinkan.

Langka menjelaskan, satwa yang masih dalam kondisi baik dan baru dievakuasi dari alam dapat langsung dikembalikan ke habitat yang lebih aman. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga agar insting liar satwa tidak hilang akibat terlalu lama berada dalam proses rehabilitasi.

Kolaborasi bersama PT TIMAH dalam penyelamatan satwa ini telah berlangsung lebih dari tujuh tahun. Menurut Langka, selama periode tersebut kerja sama melalui PPS Alobi telah mendukung pengembalian lebih dari 8.000 ekor satwa ke habitatnya.

“Untuk pusat penyelamatan satwa kita bekerja sama dengan PT TIMAH itu lebih dari tujuh tahun yang lalu. Kita telah sama-sama bersama PT TIMAH mengembalikan lebih dari delapan ribu ekor satwa ke habitatnya,” katanya.

Di tengah kondisi karhutla yang terjadi saat ini, kolaborasi tersebut kembali diperkuat. PPS Alobi Air Jangkang di Kawasan Kampoeng Reklamasi AIr Jangkang PT TIMAH menjadi salah satu tempat untuk menampung dan merehabilitasi satwa yang menjadi korban kebakaran sambil menunggu kondisi lingkungan kembali pulih.

Langka mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PT TIMAH, BKSDA Sumatera Selatan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menangani satwa liar yang terdampak kebakaran.

“Pada saat ini kita akan lebih fokus menampung semua satwa yang menjadi korban kebakaran untuk direhabilitasi di PPS Alobi Kampung Reklamasi Timah di Jangkang. Kita menunggu musim hujan, sehingga ekosistem diharapkan kembali seperti semula. Setelah itu, kita akan bersama-sama mengembalikan satwa-satwa yang sudah kita rehabilitasi,” ujarnya.

Ia menilai dukungan berbagai pihak menjadi penting untuk menjaga keanekaragaman hayati Bangka Belitung, terlebih satwa endemik yang keberadaannya sangat bergantung pada keberlanjutan habitat.

Langka berharap kolaborasi bersama PT TIMAH dapat terus berjalan dalam menjaga kekayaan biodiversitas Bangka Belitung.

“PT TIMAH sangat berkontribusi dalam penyelamatan satwa liar Bangka Belitung melalui Alobi Foundation sebagai mitranya. Semoga ke depannya akan terus bersama-sama menjaga kelestarian kekayaan biodiversitas Bangka Belitung,” katanya.

Menurut Langka, upaya penyelamatan satwa bukan hanya tentang menangani dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menjaga agar satwa tetap memiliki ruang hidup yang aman.

“Kalau mengutip dari teorinya, kita yang telah merusaknya, tetapi kitalah yang bisa memperbaikinya,” tutupnya. (*)

Sumber: www.timah.com

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Natalius Pigai: Media Massa Harus Berani Kritik Pemerintah untuk Kemajuan Bangsa

    Natalius Pigai: Media Massa Harus Berani Kritik Pemerintah untuk Kemajuan Bangsa

    • calendar_month Rab, 18 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    DOORSTOP.ID, SAMARINDA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menekankan pentingnya peran media massa dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Natalius Pigai mengharapkan, media dapat mengisi kekosongan yang belum mampu diisi oleh pemerintah, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) ke-3 di Hotel Aston, […]

  • Hari Pertama Roadshow Kuliner Viral Indonesia digelar di Kota Pangkalpinang, Tenant Kuliner Padat Pengunjung

    Hari Pertama Roadshow Kuliner Viral Indonesia digelar di Kota Pangkalpinang, Tenant Kuliner Padat Pengunjung

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Hadirkan Beragam Kuliner Viral dan Telah Mendapat Rekor MURI DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Event kuliner terbesar nomor 1 di Indonesia bertajuk Roadshow Kuliner Viral Indonesia merambah Kota Pangkalpinang, yang menjadi kota ke 41 pelaksanaan event tersebut. Event ini digelar di Parkir Belakang Transmall Pangkalpinang, mulai dari 22 April hingga 3 Mei 2026, mulai dari pukul 10.00–23.00 […]

  • Genjot PAD, DPRD dan Pemprov Babel Segera Revisi Perda Pajak dan Retribusi Daerah

    Genjot PAD, DPRD dan Pemprov Babel Segera Revisi Perda Pajak dan Retribusi Daerah

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Genjot PAD, DPRD dan Pemprov Babel Segera Revisi Perda Pajak dan Retribusi Daerah DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan merevisi Peraturan Daerah (Perda) tentang pajak dan retribusi daerah demi mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Wakil Ketua I DPRD Babel, Eddy Iskandar, menyatakan bahwa […]

  • Rangkaian Safari Ramadan Berlanjut di Pulau Belitung, PT TIMAH Jalin Silaturahmi dan Berbagi Kebahagiaan

    Rangkaian Safari Ramadan Berlanjut di Pulau Belitung, PT TIMAH Jalin Silaturahmi dan Berbagi Kebahagiaan

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Rangkaian Safari Ramadan Berlanjut di Pulau Belitung, PT TIMAH Jalin Silaturahmi dan Berbagi Kebahagiaan DOORSTOP.ID, BELITUNG TIMUR — PT TIMAH (Persero) Tbk menggelar silaturahmi dan berbagi kebahagiaan bersama masyarakat di Belitung Timur dalam kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar di Division Head Belitung Area Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka […]

  • Kabag Ops Polres Belitung Pimpin Pemadaman Karhutla di Desa Sungai Samak

    Kabag Ops Polres Belitung Pimpin Pemadaman Karhutla di Desa Sungai Samak

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Kabag Ops Polres Belitung Pimpin Pemadaman Karhutla di Desa Sungai Samak DOORSTOP.ID, BELITUNG — Polres Belitung bergerak cepat membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polres Belitung, Kompol Ady Wirana, bersama Kasat Samapta, KBO Samapta, Kapolsek Badau […]

  • Pansus DPRD Babel Sambangi DPR RI, Godok Aturan Pengelolaan Timah untuk Rakyat

    Pansus DPRD Babel Sambangi DPR RI, Godok Aturan Pengelolaan Timah untuk Rakyat

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Pansus DPRD Babel Sambangi DPR RI, Godok Aturan Pengelolaan Timah untuk Rakyat DOORSTOP.ID, JAKARTA — Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengambil langkah serius demi mengamankan masa depan sektor pertambangan, dengan menyambangi Komisi XII DPR RI pada Senin (6/4/2026), untuk membedah substansi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengelolaan Pertambangan Mineral agar lebih berpihak […]

expand_less