Kisah Sukses KUPS Garam Mudong Lestari, Dari Ancaman Gulung Tikar hingga Menjadi Pemasok Garam Andalan Belitung
- account_circle
- calendar_month Jum, 6 Des 2024
- visibility 170
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID, BELITUNG TIMUR — Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Garam Mudong Lestari terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pemasok garam unggulan di Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Berkat kolaborasi dengan PT Timah Tbk, kelompok ini mampu bangkit dari keterpurukan dan kini menjadi inspirasi bagi pengembangan potensi lokal.
Ketua KUPS Garam Mudong Lestari, Ahar Tony, mengungkapkan bahwa perjalanan mereka tidaklah mudah. Sejak awal, kelompok ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kerusakan plot garam akibat faktor alam hingga keterbatasan fasilitas. Situasi ini sempat membuat mereka hampir menyerah.
“Tanpa bantuan yang memadai, usaha ini mungkin sudah berhenti. Namun, semangat kami untuk bertahan dan dukungan dari PT Timah telah membuka jalan bagi kami untuk terus berkembang,” ujar Ahar.
PT Timah Tbk tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga pembinaan yang menjadi motor penggerak bagi kelompok ini. Bantuan tersebut digunakan untuk memperbaiki plot garam yang rusak, membeli mesin pompa, dan membangun infrastruktur pendukung lainnya.
“Bantuan ini membuka peluang baru bagi kelompok kami untuk kembali berproduksi dan bertahan. Tanpa bantuan ini, mungkin kami akan kesulitan bangkit,” cerita Ahar Tony.
Berkat dukungan tersebut, produksi garam yang semula hanya sekitar satu ton per bulan kini meningkat menjadi dua ton. Meski tantangan masih ada, optimisme untuk maju semakin membara.
KUPS Garam Mudong Lestari tidak berhenti di sini. Mereka bercita-cita mengembangkan usaha dengan menambah jumlah plot garam dan meningkatkan kapasitas produksi.
“Jika kami berhasil menambah hingga 20 plot, kami yakin usaha ini bisa berkembang pesat dan membawa manfaat besar bagi masyarakat sekitar,” jelas Ahar penuh semangat.
Namun, mereka masih menghadapi tantangan cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan banjir yang kerap memperlambat proses panen garam. Meski demikian, semangat pantang menyerah tetap menjadi kunci keberhasilan mereka.
Keberhasilan KUPS Garam Mudong Lestari tidak hanya memberi dampak positif pada kelompok itu sendiri, tetapi juga pada masyarakat sekitar. Usaha ini memperkenalkan potensi garam sebagai komoditas bernilai ekonomi di daerah tersebut.
“Dulu banyak yang meragukan apakah daerah ini bisa menghasilkan garam berkualitas. Kini, masyarakat tahu potensi yang kami miliki,” ungkap Ahar.
Dalam jangka panjang, Ahar berharap usaha ini dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
“Saat ini kami hanya memiliki beberapa anggota, tetapi kami berharap ke depannya usaha ini bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar,” katanya.
Ahar juga berharap PT Timah terus mendampingi mereka dengan pelatihan dan dukungan lain agar usaha ini semakin berkembang.
“Dukungan moral dan material dari PT Timah sangat berarti bagi kami. Kami yakin, dengan pelatihan yang tepat, usaha ini bisa semakin pesat berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” tutup Ahar.
Keberhasilan KUPS Garam Mudong Lestari menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pihak swasta dapat mengembangkan potensi lokal hingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Upaya ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Timah sebagai anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID.
Dengan semangat, kerja keras, dan dukungan yang tepat, KUPS Garam Mudong Lestari optimis melangkah menuju masa depan yang lebih cerah, menjadi inspirasi bagi usaha kecil lainnya di Indonesia.
Sumber: www.timah.com
- Penulis:


