PT Timah Tbk dan Grup MIND ID Lepasliarkan 74 Tukik Penyu Sisik di Belitung, Wujud Konservasi Satwa Liar yang Berkelanjutan
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 7 Des 2024
- visibility 79
- comment 0 komentar

DOORSTOP.ID, BELITUNG — Untuk memperingati Hari Konservasi Satwa Liar Sedunia yang jatuh pada 4 Desember, PT Timah Tbk bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Alobi Foundation, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung, dan Grup MIND ID melaksanakan pelepasliaran 74 tukik penyu sisik di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung, pada Jumat (6/12/2024).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk nyata dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tetapi juga bagian dari kolaborasi pelestarian lingkungan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Para karyawan perusahaan juga turut ambil bagian, menguatkan kesadaran dan keterlibatan emosional dalam upaya menjaga lingkungan.
Tukik yang dilepasliarkan berasal dari serahan masyarakat kepada BKSDA Sumsel Resor Konservasi Eksitu Wilayah XIII Belitung. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter hewan dari Alobi Foundation, tukik dikembalikan ke habitat aslinya di laut.
Nur Hidayat Nurdin, Direktur Manajemen Risiko & HSSE MIND ID, menegaskan pentingnya upaya melindungi satwa liar.
“Pelepasliaran tukik ini merupakan bagian dari upaya melindungi satwa liar yang dilindungi, seperti penyu sisik yang populasinya terus menurun akibat banyaknya predator dan dikonsumsi manusia,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa MIND ID berkomitmen untuk meningkatkan program CSR yang berfokus pada pelestarian lingkungan.
“Penyu menjadi salah satu fokus utama kami karena merupakan hewan langka yang perlu dilestarikan. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin,” tambah Nur Hidayat.
Kepala Resor Konservasi Eksitu Wilayah XIII Belitung, Junaidi, menekankan pentingnya menjaga habitat penyu untuk mendukung pelestariannya.
“Harapan kami, pelepasliaran tukik ini dapat melestarikan populasi penyu di alam, khususnya di perairan Belitung. Upaya melindungi penyu harus dilakukan dengan menjaga habitatnya, seperti tidak membuang sampah ke laut dan tidak mengambil atau mengonsumsi telur penyu,” jelasnya.
Endi R. Yusuf dari Alobi Foundation turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini.
“Keberadaan tukik sangat penting bagi keberlanjutan ekosistem laut. Upaya konservasi harus melibatkan banyak pihak karena menjaga satwa liar adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Luthfie Avian, Kepala Bidang PPKLH DLH Kabupaten Belitung, mengapresiasi langkah Grup MIND ID dan berharap kegiatan ini terus dilakukan di berbagai lokasi di Belitung.
“Selain di Tanjung Kelayang, ada beberapa tempat pelestarian tukik, seperti di Selat Nasik di Pulau Kimar dan Desa Mentigih di Pulau Pasar,” ucapnya.
Melalui pelepasliaran ini, diharapkan tukik dapat tumbuh dewasa, berkontribusi pada regenerasi populasi penyu sisik, serta memperkuat ekosistem laut yang sehat dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa melestarikan lingkungan bukan hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi berbagai pihak,” tutup Endi.
Sumber: www.timah.com
- Penulis: admin


