SPPG City Hall Salurkan MBG Perdana di Empat Kelurahan, Begini Mekanismenya
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 14 Jul 2025
- visibility 243
- comment 0 komentar

Kepala Pelaksana SPPG City Hall, Rori Nahla Oktaviani (Foto: Heri K).
SPPG City Hall Salurkan MBG Perdana di Empat Kelurahan, Begini Mekanismenya
Dengarkan Berita:
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Program penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) resmi dimulai oleh Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) City Hall Kecamatan Bukit Intan. Penyaluran perdana ini menyasar empat kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Air Itam, yakni Pasir Padi, Bacang, Sinar Bulan, dan Temberan.
Kepala Pelaksana SPPG City Hall, Rori Nahla Oktaviani, menyampaikan bahwa program MBG menyasar kelompok 3B, yaitu ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita. Total sebanyak 120 paket makanan bergizi dibagikan pada Senin (14/7/2025) di Balai Penyuluhan KB Bukit Intan, Air Itam.
“Oke, jadi saya kasih tahu dulu mekanismenya. Hari ini kita salurkan 120 paket, masing-masing 40 untuk bumil, busui, dan balita. Distribusinya kami fokuskan di empat kelurahan terdekat dengan dapur kami, yaitu Pasir Padi, Bacang, Sinar Bulan, dan Temberan,” ujar Rori kepada wartawan.
Ia menjelaskan, distribusi dilakukan oleh empat kader yang bertugas di masing-masing kelurahan. Pembagian makanan juga mengikuti sistem menu harian yang telah disusun, terbagi antara menu kering dan menu basah.
“Menu kering dibagikan setiap Selasa, Rabu, dan Jumat. Sedangkan menu basah disalurkan pada Senin dan Kamis. Hari ini menu basahnya terdiri dari nasi, telur puyunghai, tempe dan buncis, buah jeruk, serta susu yang nutrisinya sudah disesuaikan untuk bumil, busui, dan balita,” jelasnya.
Rori menyebut, jumlah penerima manfaat bisa bertambah seiring dengan update data dari BKKBN. Namun untuk saat ini, maksimal distribusi dibatasi hingga 300 paket per hari sesuai petunjuk teknis (juknis) program.
“SPPG City Hall memang hanya meng-handle empat kelurahan itu saja. Nanti dapur-dapur lain akan menangani wilayah yang belum terjangkau. Ini sudah kami koordinasikan dengan BKKBN,” tambahnya.
Terkait kendala pelaksanaan, ia menyebutkan bahwa tantangan utamanya hanyalah pada kebutuhan data yang akurat serta proses koordinasi lintas instansi.
“Kalau tantangan, tidak sampai yang riuh. Paling kita hanya butuh data real dari Dinas Pendidikan, BKKBN, Dinkes, dan instansi lainnya. Tapi sejauh ini semua berjalan lancar,” pungkas Rori.
- Penulis: admin


