Bea Cukai Batam Gagalkan Ekspor Pasir Timah Ilegal dari Babel ke Thailand
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 9 Sep 2025
- visibility 136
- comment 0 komentar

Bea Cukai Batam Gagalkan Ekspor Pasir Timah Ilegal dari Babel ke Thailand. (Foto: kliksumut)
BATAM, DOORSTOP.ID — Bea Cukai Batam menggagalkan upaya ekspor pasir timah ilegal asal Bangka Belitung ke Thailand. Sebanyak 20 ton pasir timah tanpa dokumen kepabeanan diamankan dari kapal KM Maju Berkembang di perairan Laut Natuna, Rabu (27/8/2025) lalu.
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Zaky Firmansyah, menjelaskan penindakan bermula dari informasi mengenai adanya kapal yang diduga mengangkut pasir timah untuk dikirim ke luar negeri.
“Menindaklanjuti informasi tersebut, Bea Cukai segera menerbitkan perintah operasi untuk patroli laut,” ujar Zaky, Selasa (9/9/2025).
Pada Rabu dini hari, kapal patroli BC 20007 bergerak dari Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang menuju jalur yang diperkirakan dilintasi kapal target. Setelah dilakukan pemantauan, petugas berhasil mengintersep dan mengamankan KM Maju Berkembang beserta muatannya. Kapal lalu digiring ke Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang dengan pengawalan BC 7005 untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas menemukan 400 karung pasir timah @50 kg atau total 20 ton tanpa dokumen sah. Selain barang bukti, Bea Cukai juga menahan kapal, nakhoda, dan lima anak buah kapal (ABK) untuk proses penyidikan. “Kapal ini rencananya membawa muatan ke Thailand tanpa melalui prosedur ekspor resmi,” jelas Zaky.
Ia menegaskan bahwa perbuatan tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan sekaligus mengancam pengelolaan sumber daya mineral strategis nasional. Penyelundupan pasir timah tidak hanya merugikan penerimaan negara, tetapi juga menghambat upaya pemerintah mengoptimalkan mineral bernilai tinggi untuk industri dalam negeri dan ketahanan energi nasional.
“Kami berkomitmen penuh menjaga agar wilayah Batam dan perairan sekitarnya tidak dijadikan jalur penyelundupan. Kami akan terus meningkatkan patroli laut, memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum, serta mengoptimalkan fungsi intelijen untuk menutup segala modus penyelundupan,” tegas Zaky.
- Penulis: admin


