Atal S. Depari Ingatkan Wartawan di Babel Tetap Tekun Belajar
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 21 Okt 2026
- visibility 48
- comment 0 komentar

Atal S. Depari Ingatkan Wartawan di Babel Tetap Tekun Belajar
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Atal S. Depari, menyuntikkan semangat para peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Bangka Belitung Angkatan XII lewat cara yang khas Indonesia, yakni untaian pantun penuh makna.
Mantan Ketua Umum PWI Pusat dua periode (2018–2023) ini tidak hanya sekadar memberikan sambutan formal, tetapi juga menyelipkan filosofi mendalam tentang esensi menjadi seorang jurnalis sejati.
“Naik sampan ke Pangkalpinang. Singgah sebentar membeli obat. Lulus UKW, jangan merasa menang. Karena belajar tak ada tamat,” ujar Atal dalam pembukaan UKW PWI Babel itu di Cordela Hotel Pangkalpinang, Rabu (21/10/2026).
Lewat bait pertama tersebut, Atal mengingatkan bahwa sertifikat kelulusan UKW bukanlah garis finis. Status kompeten yang disematkan setelah ujian bukanlah sebuah trofi kemenangan untuk disombongkan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Baginya, dunia jurnalistik terus berubah dan ruang belajar bagi seorang wartawan tidak akan pernah menemui kata usai.
Wartawan senior ini juga memberikan pandangan yang menyejukkan sekaligus membakar semangat bagi seluruh peserta, baik yang nantinya dinyatakan berkompeten maupun yang masih harus tertunda.
Menurut Atal, status lulus atau tidak lulus sebenarnya menempatkan wartawan pada posisi yang sama, yaitu sama-sama menghadapi tantangan profesi yang kian berat di masa depan.
“Hari ini pasti ada yang lulus. Tapi antara yang lulus dengan tidak lulus, itu sama. Tantangannya tetap berat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa bagi yang lulus, mempertahankan profesionalisme adalah tantangan nyata. Sementara bagi yang belum lulus, tantangannya jauh lebih memicu adrenalin untuk membuktikan diri.
Pesan ketekunan itu kembali ia pertegas lewat bait pantun berikutnya yang bernuansa lokal.
“Naik sampan menuju Sungailiat. Singgah sebentar membeli sukun. Yang belum lulus, tetaplah belajar. Tetaplah tekun,” tuturnya.
Di penghujung sambutannya itu, Atal menyelipkan pantun ketiga yang mengisyaratkan masa bakti Ketua PWI Babel, Mohammad Fathurrakhman (Boy) yang akan segera berakhir dan menyisakan waktu beberapa bulan lagi.
“Pergi ke pasar membeli semir. Pulangnya singgah makan di pasar. Ketua PWI ini sebentar lagi berakhir. Ini adalah hasilnya tinggal setahun, semoga PWI Babel lebih besar,” ucapnya.
Meski masa tugas Ketua PWI Babel segera berakhir, Atal berharap kemajuan pers di daerah tidak pernah surut. Mentor pers nasional ini menegaskan bahwa dedikasi dan kerendahan hati untuk terus belajar, serta ketekunan, adalah modal utama wartawan dalam menjaga marwahnya di ruang publik.
Ia lalu menutup narasinya dengan doa dan optimisme tinggi agar pundak generasi penerus PWI Babel mampu membawa organisasi ini semakin tinggi.
- Penulis: admin


