AETI akan Bangun Pusat Riset Timah di UBB, Prof. Ibrahim: Fokus ke Tata Kelola hingga Hilirisasi
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 19 Okt 2025
- visibility 129
- comment 0 komentar

Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim (Foto: ubb.ac.id).
AETI akan Bangun Pusat Riset Timah di UBB, Prof. Ibrahim: Fokus ke Tata Kelola hingga Hilirisasi
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Universitas Bangka Belitung (UBB) bersama Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) sepakat menjalin kerja sama strategis untuk membentuk Pusat Riset Pertambangan Timah di lingkungan kampus UBB.
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kajian ilmiah, tata kelola pertambangan, serta pengembangan sumber daya manusia lokal di sektor pertimahan.
Rektor UBB Prof. Dr. Ibrahim mengatakan, pembahasan kerja sama dengan AETI telah dilakukan secara intensif dan mendapat dukungan dari sejumlah pihak industri yang memiliki komitmen terhadap riset dan inovasi di bidang pertambangan timah.
“Dalam diskusi intensif, direncanakan AETI akan mendukung pembentukan pusat riset timah dengan memberikan dukungan fasilitas fisik untuk riset di bidang pertimahan,” ujar Prof. Ibrahim, kepada doorstop.id, Sabtu malam (18/10/2025).
Ia berharap, fasilitas riset tersebut akan dikembangkan sebagai ruang diskusi, kolaborasi akademik, dan galeri kajian pertimahan terbaru. Jika memungkinkan, lanjut dia, juga akan dibangun prototype berkenaan dengan pemodelan penambangan timah yang berkelanjutan.
Untuk itu, guru besar bidang ilmu politik di UBB ini menyebutkan, pihaknya akan menyiapkan sumber daya dosen dan mahasiswa untuk mengaktifkan pusat riset tersebut.
“Kami akan menyediakan sumber daya dosen dan mahasiswa untuk mengaktivasi pusat riset timah dimaksud sebagai bagian dari kemitraan untuk memperkuat atensi ilmiah pada ekstraksi timah, sebagai bagian dari visi penguatan ekonomi berkelanjutan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Ibrahim mengungkapkan, riset akan difokuskan pada berbagai isu strategis, mulai dari tata kelola ekstraksi sumber daya timah, model pembangunan berkelanjutan, dimensi ekonomi lokal, hingga potensi hilirisasi dan aspek regulasi.
“Beberapa isu yang akan kita kembangkan tentu fokus pada tata kelola ekstraksi sumber daya timah, model pembangunan berkelanjutan, dimensi ekonomi lokal, dan secara teknis misalnya menyangkut teknik produksi, regulasi, dan potensi hilirisasi,” katanya.
Ia juga menuturkan, kampusnya telah memiliki banyak kajian ilmiah tentang pertambangan timah yang tersebar di hampir semua program studi. Hal ini diungkapkannya, menjadi modal penting dalam mengembangkan kerja sama dengan AETI.
“Kajian tentang penambangan timah di UBB sangat banyak, tersebar di hampir semua program studi. Tentu kami berharap ini menjadi modal awal yang potensial sebagai sumber daya pendukung pada rencana ini,” ujarnya.
Meski belum ada dukungan formal dari pemerintah atau lembaga lain, ia menyatakan optimis, kolaborasi antara UBB dan AETI akan menjadi pintu masuk bagi kerja sama riset yang lebih luas di masa mendatang.
“Sejauh ini kami belum terkomunikasi dengan pemerintah dan lembaga lain, namun kerja sama dengan AETI ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju sinergi riset yang lebih besar dan bermanfaat bagi daerah,” pungkasnya.
- Penulis: admin


