Bawaslu Babel Tegaskan Netralitas dan Profesionalitas Bawaslu Pangkalpinang dan Bangka dalam Pilkada Ulang 2025
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 4 Agu 2025
- visibility 139
- comment 0 komentar

Ketua Bawaslu Babel, EM Osykar (Foto: Humas)
Bawaslu Babel Tegaskan Netralitas dan Profesionalitas Bawaslu Pangkalpinang dan Bangka dalam Pilkada Ulang 2025
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Menyambut Pilkada Ulang 2025, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menegaskan, bahwa jajaran pengawas di daerah, khususnya Bawaslu Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka, wajib bekerja dalam koridor hukum yang berlaku.
Ketua Bawaslu Babel, EM Osykar, menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas dalam menyikapi setiap laporan maupun temuan dugaan pelanggaran yang muncul selama masa kampanye hingga tahapan pemungutan suara.
“Kami terus melakukan pemantauan dan menginstruksikan Bawaslu Kota Pangkalpinang dan Bawaslu Kabupaten Bangka untuk benar-benar menjalankan tugas pokok, fungsi, dan kewenangan secara utuh. Pengawasan harus dilakukan secara melekat, pencegahan dikedepankan, penanganan pelanggaran dilakukan secara profesional, dan penyelesaian sengketa secara adil serta cepat,” tegas Osykar dalam keterangan resminya yang diterima redaksi, Senin (4/8/2025).
Osykar menjelaskan, pihaknya mengacu pada Perbawaslu Nomor 12 Tahun 2024 tentang Pengawasan Kampanye, serta Perbawaslu Nomor 9 Tahun 2024 yang mengubah Perbawaslu Nomor 8 Tahun 2020 tentang Penanganan Pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah. Ia menyebut, Pilkada Ulang kali ini bersifat luar biasa dan membutuhkan pendekatan ekstra.
“Ini bukan tugas biasa. Pilkada Ulang ini menuntut kesungguhan, kecermatan, dan ketegasan dalam setiap tahapan. Kita menargetkan no mistake dan zero fault. Artinya, pengawasan harus tajam, cepat, dan tetap menjunjung prinsip keadilan serta netralitas,” ujarnya.
Bawaslu Babel juga memastikan terus melakukan monitoring terhadap pelaksanaan pengawasan di daerah, mulai dari tahapan kampanye, pemutakhiran data pemilih, distribusi logistik, hingga pemungutan dan penghitungan suara ulang.
Di sisi lain, Osykar mengajak masyarakat serta peserta pemilu untuk ikut terlibat aktif dalam pengawasan. Ia menegaskan bahwa partisipasi publik sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Kami terbuka terhadap laporan dari masyarakat. Namun yang lebih penting, kami ingin memastikan bahwa setiap laporan diproses dengan benar, sesuai prosedur, dan tidak mengganggu netralitas maupun independensi lembaga,” tandasnya.
- Penulis: admin


