Baznas Babel Akui Penurunan Drastis Penerimaan Zakat, DPRD Siapkan Strategi Optimalisasi
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 3 Mar 2025
- visibility 110
- comment 0 komentar

Baznas Babel Akui Penurunan Drastis Penerimaan Zakat, DPRD Siapkan Strategi Optimalisasi
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Mulyadi S.Ag, mengungkapkan keprihatinannya terhadap penurunan signifikan penerimaan zakat di daerah ini.
Ia mencatat bahwa sejak 2020, pengumpulan zakat di Baznas Babel mencapai Rp1,2 hingga Rp1,3 miliar, namun hingga 2024 jumlahnya merosot drastis menjadi sekitar Rp400 juta.
“Memang kalau kita lihat angkanya, turunnya sangat signifikan. Saya pikir, dalam pengelolaan Baznas sebelumnya, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Ini bukan hanya tugas Baznas, tetapi juga tanggung jawab bersama para pemangku kepentingan,” ujar Mulyadi usai menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Babel di ruang Banmus kantor DPRD Babel, Senin (3/3/2025).
Meski demikian, Mulyadi mengapresiasi perhatian DPRD Babel terhadap isu ini. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah awal dalam mencari solusi bersama guna meningkatkan optimalisasi pengumpulan zakat.
“Alhamdulillah, kami bersyukur karena begitu antusiasnya rekan-rekan di DPRD Provinsi Bangka Belitung dalam menyikapi permasalahan ekonomi umat saat ini. Kami sudah memiliki beberapa gambaran dan pemikiran yang bisa kita jalankan bersama. Regulasi yang dibutuhkan juga akan dibantu oleh kawan-kawan di DPRD agar pengumpulan zakat di Baznas Babel bisa lebih optimal,” katanya.
Lebih lanjut, Mulyadi menegaskan bahwa dana zakat harus lebih banyak diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kita tidak hanya memberi ikan, tapi juga memberi pancing. Dengan begitu, pelaku ekonomi bisa kita berdayakan, dan ekonomi mereka bisa meningkat melalui bantuan zakat dari Baznas Babel,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Babel, Didit Sri Gusjaya, menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan penurunan zakat. Menurutnya, meskipun jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Babel mencapai 6.533 orang, penerimaan zakat justru mengalami penurunan drastis.
“Artinya, potensi zakat kita ini besar, tetapi penerimaannya turun dari Rp1,2 miliar menjadi hanya sekitar Rp400 juta. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama untuk mencari tahu penyebabnya,” tegasnya.
Oleh karena itu, lanjut Didit, DPRD Babel akan mengundang Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Gubernur, dan Sekretaris Daerah (Sekda) agar permasalahan ini bisa segera diatasi.
“Kami juga telah meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Babel, untuk merancang produk-produk keuangan yang sesuai dengan aturan dan syariat Islam,” tutur Didit.
“DPRD dan Baznas, tentunya berkomitmen mencari solusi bersama guna meningkatkan kembali penerimaan zakat dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.
- Penulis: admin


