Dari Dapur Kecil ke Pasar Internasional: Kisah Sukses Sundari dan Sambal Lingkong Caesar Fa’iq
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 23 Mar 2025
- visibility 89
- comment 0 komentar

Dari Dapur Kecil ke Pasar Internasional: Kisah Sukses Sundari dan Sambal Lingkong Caesar Fa’iq
DOORSTOP.ID, BELITUNG — Berawal dari dapur kecil di rumahnya, Sundari, seorang pelaku UMKM asal Belitung, kini sukses membawa produk olahan khas daerahnya, Sambal Lingkong Caesar Fa’iq, hingga ke pasar internasional. Sejak menjadi mitra binaan dari PT Timah, usahanya terus berkembang pesat, bahkan menembus pasar Taiwan dan Australia.
Dikisahkan Sundari, perjalanan usaha dimulai pada tahun 2006, saat ia dan suaminya meracik sambal lingkong untuk konsumsi pribadi. Tak disangka, tetangga yang mencicipi hasil olahannya langsung tertarik dan meminta dibuatkan. Dari situlah muncul ide untuk menjadikan sambal lingkong sebagai produk jualan.
Sundari mengungkapkan, sambal lingkong yang dibuatnya memiliki proses produksi cukup panjang, memakan waktu 5-6 jam dengan bahan utama santan, kelapa parut, dan ikan segar. Tanpa menggunakan pengawet, produk ini hadir dalam tiga varian rasa: original, pedas, dan manis.
Dukungan PT Timah: Percepatan Usaha dan Akses Pasar
Keberuntungan menghampiri Sundari, saat ia menjadi mitra binaan PT Timah pada tahun 2022 melalui rekomendasi Dinas Tenaga Kerja. Berkat pendampingan tersebut, usahanya memperoleh berbagai legalitas penting, seperti sertifikasi BPOM, halal MUI, dan HAKI.
“Semenjak menjadi mitra binaan PT Timah, Alhamdulillah modal bertambah, jadi kami bisa meningkatkan produksi. PT Timah juga sering mengikutsertakan kami dalam pameran dan bazar, yang sangat membantu pemasaran,” ungkap Sundari.
Kini, Sambal Lingkong Caesar Fa’iq tidak hanya tersedia di toko oleh-oleh, Rumah BUMN, dan minimarket di Belitung, tetapi juga merambah ke kota Jakarta dan Semarang. Bahkan diakuinya, permintaan dari luar negeri semakin meningkat.
Tantangan dan Rencana Masa Depan
Meski berkembang pesat, Sundari mengaku menghadapi tantangan besar, yakni keterbatasan tenaga kerja dan kapasitas produksi. Saat ini, ia dan suaminya masih menangani produksi sendiri, sehingga sering kewalahan memenuhi pesanan dalam jumlah besar.
“Sebenarnya permintaan pasar cukup tinggi, tapi karena tenaga kerja terbatas, kami belum bisa memenuhi semuanya,” ujarnya.
Melihat potensi yang besar, Sundari berencana menambah varian produk dengan menghadirkan Kemplang Ikan dan Kemplang Udang. Ia juga berharap, PT Timah terus mendampinginya dalam pengembangan usaha ke depan.
Inspirasi bagi UMKM Lokal
Kesuksesan Sundari membuktikan bahwa dengan ketekunan, inovasi, dan dukungan yang tepat, UMKM lokal bisa berkembang hingga ke kancah internasional. Sambal Lingkong Caesar Fa’iq bukan sekadar produk kuliner, tetapi juga simbol semangat kewirausahaan yang menginspirasi banyak orang.
(Sumber: www.timah.com)
- Penulis: admin


