Debat Publik Perdana Pilkada Ulang 2025: Empat Paslon Paparkan Visi Misi Majukan Ekonomi Pangkalpinang
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 9 Agu 2025
- visibility 231
- comment 0 komentar

Debat Publik Perdana Pilkada Ulang 2025: Empat Paslon Paparkan Visi Misi Majukan Ekonomi Pangkalpinang
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG – Debat publik perdana Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025 menghadirkan empat pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Aston Emidary Hotel and Conference Center, Jumat (8/8/2025) malam.
Masing-masing memaparkan visi–misi serta program unggulan, terutama untuk memajukan perekonomian kota tersebut.
Pasangan Eka-Radmida yang maju melalui jalur independen mengusung visi keadilan dan kesetaraan dalam setiap kebijakan.
Program prioritas mereka meliputi layanan kesehatan mobil ambulans gratis 24 jam Moana, layanan jemput bola, pasar tematik di setiap kecamatan, dukungan usaha bagi anak muda, serta pendidikan gratis dengan program beasiswa.
“Kami datang bukan membawa janji-janji semata, tapi keyakinan bahwa perubahan itu mungkin, meski tanpa dukungan partai politik,” kata Eka.
Petahana Maulan Aklil (Molen)–Zeki Yamani menawarkan konsep Harmoni: humanis, aman, religius, modern, inklusif, dan ramah.
Mereka menargetkan penciptaan 7.000 lapangan kerja baru, pelayanan berobat gratis, pembangunan sekolah baru seperti SMPN 11 Selindung, SMPN 12 Tuatunu dan SMAN 5.
Stabilitas harga sembako dan kerukunan antarumat beragama juga menjadi fokus.
“Kami ingin seluruh masyarakat merasakan pelayanan berobat gratis, pendidikan yang merata, dan harga sembako stabil,” ujar Molen.
Pasangan Saparudin–Dessy Ayustrisna menitikberatkan pada penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Mereka menegaskan pelaku UMKM tidak boleh berjualan di trotoar, selokan, dan tepi jalan demi menjaga kebersihan serta kenyamanan kota.
Dukungan modal, pelatihan kompetensi bagi lulusan SMA dan perguruan tinggi, serta layanan kesehatan gratis dengan KTP menjadi program andalan.
Udin menambahkan komitmen menggratiskan atau menurunkan PBB bagi warga tidak mampu, serta menyediakan ruang kreatif bagi anak muda.
“Kami hadir untuk membantu emak-emak, bibi, amang, dan anak muda keluar dari kesulitan ekonomi,” tegasnya.
Basit Sucipto–Dede Purnama memulai gagasan dari hal yang mereka sebut “yang terkecil namun terpenting” yakni keluarga.
Program mereka meliputi bantuan ekonomi yang adil bagi keluarga rentan dan pendidikan untuk memberdayakan keluarga miskin.
Debat yang berlangsung santai itu, menjadi momentum awal para kandidat, unjuk gigi memaparkan peta jalan kebijakan mereka, jika terpilih untuk memimpin Kota Pangkalpinang selama lima tahun ke depan.
Bagi masyarakat, visi-misi yang dipaparkan para paslon, akan menjadi bahan pertimbangan utama pemilih, saat hari pencoblosan yang dijadwalkan pada 27 Agustus 2025 mendatang,
- Penulis: admin


