Didit: Barcode Bio Solar Sopir Logistik Diaktifkan Kembali demi Cegah Kenaikan Harga Sembako
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 27 Apr 2026
- visibility 129
- comment 0 komentar

Didit: Barcode Bio Solar Sopir Logistik Diaktifkan Kembali demi Cegah Kenaikan Harga Sembako
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Kekhawatiran akan melonjaknya harga bahan pokok di Bangka Belitung akibat kendala distribusi akhirnya menemui titik terang. Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, bergerak cepat memfasilitasi audiensi antara perkumpulan sopir truk tronton dan trailer dengan pihak Pertamina serta dinas terkait di Ruang Banmus DPRD Babel, Senin siang (27/4/2026).
Didit menjelaskan, persoalan ini muncul ketika puluhan sopir truk pengangkut logistik roda enam ke atas mengalami kendala, yakni barcode MyPertamina untuk mendapatkan BBM solar bersubsidi mereka tidak aktif, sehingga terpaksa menggunakan BBM non-subsidi. Kondisi ini mengancam stabilitas harga pangan di pasar.
“Mereka ini mengirim surat kepada DPRD, khususnya para mobil transport yang roda enam ke atas itu terkendala barcode mereka mati. Sehingga mereka tidak berhak untuk mendapatkan BBM subsidi. Sedangkan yang diangkat mereka ini logistik sembako,” ujar Didit kepada wartawan.
Didit menegaskan, penggunaan BBM non-subsidi pada angkutan pangan akan memicu efek domino yang merugikan warga luas.
“Jika mereka menggunakan BBM non-subsidi, otomatis berdampak kepada masyarakat. Otomatis naik harganya. Nanti yang kendalanya kita juga,” tambahnya.
Beruntung, pertemuan tersebut membuahkan solusi. Didit memberikan apresiasi tinggi kepada GM Pertamina Bangka Belitung, Sanyo, yang hadir langsung dan berkomitmen mempermudah proses administrasi para sopir.
“Alhamdulillah atas izin Allah, saya ucapkan terima kasih kepada Bapak GM Pertamina yang sangat luar biasa kerjasamanya. Jika mereka menggunakan untuk mengangkut sembako atau pupuk lainnya itu bisa menggunakan yang namanya BBM subsidi. Dengan catatan, mereka dipersiapkan untuk menghidupkan barcode kembali,” jelas Didit.
Dalam kesepakatan tersebut, GM Pertamina Sanyo menjanjikan proses yang cepat. Di mana, sebanyak 60 mobil yang barcodenya mati akan langsung diaktifkan kembali dalam waktu 1 x 24 jam, selama persyaratan seperti pajak kendaraan telah terlunasi.
Tak hanya soal barcode, rapat tersebut juga membedah masalah kuota harian 60 liter yang dianggap tidak cukup untuk pengiriman jarak jauh ke wilayah seperti Bangka Selatan, Mentok, atau Belinyu. Merespons hal ini, Dinas ESDM sepakat memberikan toleransi tambahan kuota khusus bagi armada pengangkut sembako.
“Kebijakan ini saya minta kepada Dinas ESDM untuk ada toleransi, yang kira-kira berapalah penambahannya. Dan Alhamdulillah disetujui. Ini semuanya sudah clear,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Didit juga bersyukur karena kolaborasi lintas sektor antara DPRD, Pertamina, Dinas Perhubungan, dan Dinas ESDM berhasil mengamankan jalur logistik Babel.
“Terima kasih kepada Bapak GM Pertamina Pak Sanyo, Kepada Dinas Perhubungan, Dinas ESDM, Kepala Ekbang, dan Perindustrian. Alhamdulillah atas izin Allah ini selesai dan bisa aktif kembali. Dipersilakan, hidupkan lagi barcode-nya,” pungkasnya.
- Penulis: admin


