Diduga Tak Miliki Izin Praktik Bersalin dan Lakukan Malpraktik, Oknum Bidan Desa Piasa Ulu Coba Intimidasi Wartawan saat Dikonfirmasi
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 14 Sep 2024
- visibility 142
- comment 0 komentar

Diduga Tak Miliki Izin Praktik Bersalin dan Lakukan Malpraktik, Oknum Bidan Desa Piasa Ulu Coba Intimidasi Wartawan saat Dikonfirmasi
DOORSTOP.ID, ASAHAN — Oknum bidan di Desa Piasa Ulu, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara berinisial YN, diduga tak memiliki izin praktik bersalin. Parahnya, Bidan YN juga diduga telah melakukan malpraktik terhadap pasiennya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Doorstop ID dari sumber terpercaya, dugaan malpraktik yang dilakukan Bidan YN itu, terjadi pada 24 Agustus 2024 lalu.
Selain itu, lanjut Sumber, sejak Pondok Bersalin Desa (Polindes) Piasa Ulu didirikan, Bidan YN disinyalir tak pernah menggunakan Polindes tersebut sebagai tempat bekerja.
“Kejadian (Malpraktik-red) itu terjadi pada 24 Agustus 2024 lalu sekitar pukul 01:00 WIB. Saat itu, pasien yang akan melahirkan, diduga diminta melakukan persalinan di rumah Bidan YN, bukan di Polindes Piasa Ulu,” terang Sumber kepada Doorstop ID, Jumat (14/9/2024).
“Setelah bayi itu lahir, diduga kondisi bayinya saat itu kurang baik. Akhirnya, dibawa lah bayi itu ke RSU Ibu Kartini,” lanjutnya.
Mirisnya, kata Sumber, saat dibawa ke RSU Ibu Kartini, bayi beserta ibunya tak ada yang mendampingi, baik itu dari Bidan YN yang menangani persalinan itu sebelumnya ataupun tenaga medis lainnya yang berwenang.
“Selain itu, saat proses persalinan, diduga si pasien ditangani dengan peralatan medis yang tak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Dari kabar yang beredar, bayi itu akhirnya dikabarkan meninggal dunia,” bebernya.
Terkait hal itu, wartawan mencoba mengkonfirmasi Bidan YN terkait kebenaran dugaan malpraktik tersebut. Namun, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Bidan YN malah memberikan jawaban yang kurang mengenakkan.
“Kau orang mana? Siapa yg aku tangani? Mati lg kw ngurusin orang aja hidup kw,” tulis Bidan YN saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, Jumat (14/9/2024) malam.
Usai mendapatkan balasan konfirmasi yang kurang mengenakkan dari Bidan YN, tak lama berselang wartawan kemudian mendapat telpon dari seorang pria yang mengaku sebagai suami dari Bidan YN.
Yang mana, dalam percakapan melalui telpon itu, wartawan sempat mendapat intervensi atau intimidasi dari pria tersebut.
Terpisah, wartawan mencoba mengkonfirmasi Kepala Puskesmas Tinggi Raja, terkait penggunaan Polindes Piasa Ulu, serta izin praktik dan kapasitas Bidan YN.
Mirisnya, Kepala Puskesmas Tinggi Raja malah meneruskan pesan WhatsApp dari keluarga pasien dugaan malpraktik, yang diduga telah diintervensi oleh Bidan YN.
Hingga berita ini dipublish, pihak-pihak terkait lainnya masih dalam upaya konfirmasi.
- Penulis: admin


