Dinkes Babel Perkuat Proteksi Tenaga Medis dan Pasien dari Risiko Penularan TBC
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 20 Jun 2026
- visibility 70
- comment 0 komentar

Dinkes Babel Perkuat Proteksi Tenaga Medis dan Pasien dari Risiko Penularan TBC
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Dinas Kesehatan(Dinkes) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memperkuat kapasitas tenaga medis dengan menggelar Workshop Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Tuberkulosis (TBC) di BKPSDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (18/6/2026).
Workshop tersebut dilaksanakan, guna mempercepat eliminasi TBC sekaligus menciptakan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang aman di wilayah tersebut.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Babel, Meiristia Qomariah, yang membuka langsung acara tersebut mewakili Kepala Dinas Kesehatan dr. Ria Agustine.
Dalam sambutannya, Meiristia menegaskan bahwa TBC masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan serius.
“Selain peningkatan penemuan dan pengobatan kasus, upaya pencegahan penularan di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan bagian yang sangat penting dalam memutus rantai transmisi penyakit,” ujar Meiristia.
Ia juga mengingatkan seluruh fasyankes, memegang peran strategis untuk menjalankan langkah-langkah PPI TBC sesuai standar nasional. Manajemen fasyankes wajib memastikan setiap prosedur perlindungan berjalan di lapangan.
“Penerapan pengendalian administratif, pengendalian lingkungan, serta penggunaan alat pelindung diri (APD) secara tepat diharapkan mampu melindungi, baik tenaga kesehatan, pasien, maupun pengunjung dari risiko penularan TBC,” lanjutnya.
Agenda workshop ini melibatkan perwakilan fasyankes dan pemegang program TBC dari seluruh kabupaten/kota di Bangka Belitung. Sepanjang kegiatan, para peserta mendalami kebijakan PPI TBC, penerapan pilar-pilar PPI, serta membedah tantangan nyata dalam implementasi lapangan.
Melalui pembekalan intensif ini, Dinkes Babel menargetkan peningkatan standar keselamatan di seluruh fasyankes demi memutus rantai penularan TBC secara total.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensi dalam menerapkan PPI TBC secara optimal di masing-masing fasyankes, sehingga mampu mendukung percepatan eliminasi TBC di babel, serta mewujudkan fasyankes yang aman bagi pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” pungkasnya. (Ika)
- Penulis: admin


