Pangkalpinang Gaet Investasi Rp500 Miliar untuk Atasi Sampah, Unu Ibnudin: Ini Aksi Nyata bukan Wacana
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 30 Jul 2025
- visibility 117
- comment 0 komentar

Pangkalpinang Gaet Investasi Rp500 Miliar untuk Atasi Sampah, Unu Ibnudin: Ini Aksi Nyata bukan Wacana
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang terus menunjukkan komitmennya dalam menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan utama di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, Unu Ibnudin, secara tegas menyatakan bahwa penanganan sampah harus dilakukan dengan tindakan nyata, bukan hanya wacana.
Hal ini ditegaskan Unu saat menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Pangkalpinang dan PT Ikonik Sinergi Persada (ISP) yang berlangsung di Smart Room Center Kantor Wali Kota, Rabu (30/7/2025). MoU ini menandai langkah besar dengan nilai investasi mencapai Rp500 miliar untuk pengolahan sampah modern di Pangkalpinang.
“PT Ikonik ini nantinya akan mengolah sampah seperti yang tadi ditayangkan dalam video. Harus seperti itu, kalau tidak ya tidak akan terjadi,” tegas Unu.

Menurut Unu, PT Ikonik telah lama menjajaki sejumlah daerah, namun keseriusan Pangkalpinang dalam mengatasi persoalan sampah membuat proyek ini bisa terealisasi.
“Banyak yang bertanya, mungkinkah ini terjadi? Karena umumnya pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran. Tapi kami tidak diam. Ini adalah MoU keempat yang saya dorong langsung agar segera dilaksanakan dan dieksekusi agar Pangkalpinang bisa bebas dari sampah,” ujar Unu.
Ia menambahkan, sebelum kerja sama ini, pihaknya telah mengajukan hibah alat berat seperti PC dan Bulldozer ke Pemprov DKI Jakarta, hingga menjajaki pola cicilan pembelian alat sesuai kemampuan keuangan daerah. Bahkan, Pemkot juga tengah berkomunikasi dengan pelaku industri seperti PT Indofood, Kapal Api dan Wings Group untuk mendorong bantuan Corporate Social Responsibility (CSR).
“Jadi jangan dikira kami tidak peduli. Kami berbuat meskipun tidak semua harus terlihat. Yang penting niatnya ibadah dan hari ini kita wujudkan bersama. Doakan agar ini segera terealisasi,” ucapnya.

Unu juga mengungkapkan, bahwa lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah akan berlokasi di kawasan Ketapang. Nantinya, tempat ini akan menjadi pusat industri pengolahan sampah atau Landfill to Energy System Area (LTSA), yang tidak hanya mengolah sampah tapi juga menghasilkan energi.
“Kalau semua lancar, pembangunan bisa selesai dalam enam bulan dan tahun depan sudah operasional. Ini adalah industri, cuma industrinya sampah. Tapi dampaknya positif, bisa hasilkan energi cadangan,” jelas Unu.
“Sebelum semua ini berjalan, mari mulai dari hal kecil, jangan buang sampah sembarangan. Mari kita cinta Pangkalpinang, agar kota ini lebih bersih dan lebih indah,” tandasnya.
- Penulis: admin


