Diskopdagumkm Pangkalpinang Hidupkan Kembali Destar Point Lewat Bazar Durian, Gratis Sewa Lapak
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 4 Jul 2026
- visibility 178
- comment 0 komentar

Diskopdagumkm Pangkalpinang Hidupkan Kembali Destar Point Lewat Bazar Durian, Gratis Sewa Lapak
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menggelar Bazar Durian Cumasi Bangka Belitung di kawasan Destar Point, sebagai upaya strategis meningkatkan omset pedagang tanpa membebani biaya sewa tempat.
Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM (Diskopdagumkm) Kota Pangkalpinang, Muhammad Yasin, menyatakan langkah ini diambil untuk menggeliatkan kembali kawasan pusat kuliner dan ekonomi tersebut. Pemerintah tidak memungut biaya sewa kepada para pedagang, melainkan hanya memberlakukan retribusi kebersihan.
“Ini adalah keinginan dari bapak Wali Kota, bagaimana Destar Point ini kembali ramai maka kita buka kegiatan untuk tahun ini dimulai melalui bazar durian, untuk tahun-tahun berikutnya harapan beliau setiap kali panen raya durian lokal kita itu di Pemkot menyiapkan tenda-tenda di sini para pedagang silakan gunakan, kita atur nanti gimana setiap tahunnya diadakan seperti ini,” ungkap Yasin saat ditemui di lokasi bazar, Sabtu siang (4/7/2026).
Selain memberikan panggung bagi penjual durian, pemkot juga merangkul pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadikan durian sebagai bahan baku utama makanan olahan. Yasin berharap konsep ini menjadi agenda tematik tahunan yang melahirkan destinasi wisata baru saat musim panen tiba.
“Jadi intinya kami mau ini tematik. Selain digunakan untuk fasilitas UMKM seperti ini, juga akan kita isi melalui panen-panen raya buah-buahan, salah satunya adalah durian. Di Pangkalpinang ini setiap tahun musim durian tiba, kalau mau cari durian adanya di Destar Point, sebetulnya itu marwahnya dari kegiatan ini,” tegasnya.
Terkait pemilihan varietas yang diusung dalam event ini, Yasin mengungkapkan bahwa Wali Kota Pangkalpinang sengaja menjadikan durian cumasi sebagai sorotan utama lantaran sudah memiliki reputasi sebagai produk unggulan nasional. Dikatakannya, pemkot kini gencar melakukan branding agar nama cumasi semakin melekat kuat di benak konsumen, layaknya produk-produk komersial berskala besar.
“Ini sudah kita bahas sebelumnya dengan Pak Wali Kota, beliau maunya durian cumasi karena sudah jadi produk unggulan nasional, akan tetapi ini lebih di-branding-kan lagi,” papar Yasin.
Melalui strategi penamaan dan penguatan promosi ini, Pemkot Pangkalpinang optimistis durian lokal akan semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat domestik melainkan hingga ke mancanegara.
“Beliau (Wali Kota) maunya durian itu identik dengan cumasi. Kenapa muncul cumasi? Karena supaya lebih nasional dan bahkan ke mancanegara, harapannya nanti juga akan menggiatkan kepariwisataan kita,” tandasnya. (Hr)
- Penulis: admin


