Hadiri Seminar Nasional PGRI Pangkalpinang, Udin: Guru Mengajar Harus Having Fun
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 30 Okt 2025
- visibility 118
- comment 0 komentar

Hadiri Seminar Nasional PGRI Pangkalpinang, Udin: Guru Mengajar Harus Having Fun
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang Saparudin Masyarif (Udin), mengingatkan para guru agar selalu menumbuhkan kebahagiaan dan semangat positif dalam menjalankan profesinya.
Pesan itu ia sampaikan, saat membuka Seminar Nasional untuk memperingati Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI Tahun 2025, yang digelar Pengurus PGRI Kota Pangkalpinang di Aula SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Kamis (30/10/2025).
Udin menyoroti pentingnya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di sekolah. Menurutnya, pendidikan tidak boleh menjadi beban, baik bagi murid maupun guru.

“Guru harus bisa membuat pembelajaran itu having fun. Jangan anggap mengajar sebagai sesuatu yang membebani. Pendidikan itu harus membawa kebahagiaan. Dengan begitu, muncul energi positif dan semangat belajar di sekolah,” pesannya.
Seminar bertema “Transformasi PGRI Menguatkan Peran Guru sebagai Garda Terdepan Menuju Indonesia Emas 2045” itu, turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang Susanti S.E, Asisten Pemerintahan dan Kesra Akhmad Subekti, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Erwandy.
Dalam sambutannya, Udin menyampaikan apresiasinya kepada PGRI Kota Pangkalpinang, yang konsisten mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas guru. Ia menyebut, seminar ini bukan sekadar peringatan, tetapi juga wadah bagi guru untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
“PGRI merupakan wadah bagi guru untuk terus belajar dan memperkuat kompetensi. Seminar ini langkah positif di usia ke-80 PGRI, karena membahas isu-isu teknologi terkini dan memperkuat peran guru di tengah perubahan dunia pendidikan,” ujar Udin.

Selain itu, ia mengingatkan agar para guru bijak menggunakan media sosial dan menjadi teladan dalam berperilaku digital.
“Guru harus aktif di media sosial, tapi gunakanlah untuk hal-hal positif. Jangan membuat pernyataan negatif yang justru mencoreng dunia pendidikan,” tegasnya.
Wali Kota Udin juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di Pangkalpinang.
“Visi kami lima tahun ke depan adalah pemerataan mutu pendidikan. Sekolah-sekolah di wilayah pinggiran seperti SMP 9 dan SMP 10 akan menjadi prioritas agar kualitasnya setara dengan sekolah-sekolah di pusat kota,” ujarnya.

Ketua PGRI Kota Pangkalpinang, Ishak, M.Pd (Foto: Heri K).
Sementara itu, Ketua PGRI Kota Pangkalpinang Ishak menekankan bahwa guru harus mengajar dengan hati, kesabaran, dan keikhlasan.
“Pesan kami kepada para guru, ajarlah anak-anak dengan kasih sayang tanpa kekerasan. Jika ada siswa yang berperilaku nakal, jangan dibiarkan, tapi berikan edukasi kepada anak dan orang tuanya. Hukuman boleh, tapi harus mendidik,” kata Ishak.
Ishak menambahkan, PGRI terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui berbagai program pelatihan.
“Kami rutin mengadakan workshop, In House Training (IHT), serta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memperkuat kemampuan guru menghadapi tantangan digitalisasi dan perubahan kurikulum,” jelasnya.
Dengan semangat transformasi ini, Ishak berharap dunia pendidikan di Kota Pangkalpinang dapat terus berkembang, tidak hanya dalam hal teknologi, tetapi juga dalam pembentukan karakter siswa yang berintegritas dan berdaya saing.
“Melalui tema Transformasi PGRI Menguatkan Peran Guru Menuju Indonesia Emas 2045, kami ingin pendidikan di Pangkalpinang menjadi lebih bermutu, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan,” tutup Ishak.
- Penulis: admin


