Inflasi Pangkalpinang Juli 2025 Tembus 1,71 Persen, Makanan dan Rokok Jadi Penyumbang Utama
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 1 Agu 2025
- visibility 188
- comment 0 komentar

Inflasi Pangkalpinang Juli 2025 Tembus 1,71 Persen, Makanan dan Rokok Jadi Penyumbang Utama
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang mencatat laju inflasi year-on-year (y-on-y) pada Juli 2025 mencapai 1,71 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,40. Kenaikan ini terutama dipicu oleh meningkatnya harga pada kelompok makanan, minuman, tembakau, serta sektor rekreasi dan perawatan pribadi.
“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga di sembilan kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman dan tembakau yang naik 4,29 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya yang melonjak 4,60 persen,” ujar Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, dalam rapat rilis berita resmi statistik yang digelar di ruang rapat Kantor BPS, Jumat (1/8/2025) siang.
Dewi menjelaskan, beberapa komoditas yang memberi sumbangan besar terhadap inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, mie instan, rokok kretek mesin, minyak goreng, dan mobil.
“Komoditas ini menyumbang andil signifikan terhadap inflasi, khususnya dari sektor makanan dan perawatan pribadi,” katanya.
Inflasi secara bulanan (month-to-month/m-to-m) di bulan Juli 2025 tercatat sebesar 0,46 persen, sementara inflasi secara tahun kalender (year-to-date/y-to-d) mencapai 1,50 persen.
Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, lanjut Dewi, inflasi Juli 2025 (1,71 persen) lebih tinggi dari Juli 2024 (1,40 persen), namun masih lebih rendah dari inflasi Juli 2023 yang menyentuh 1,83 persen.
Meski demikian, kata dia, dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi tahunan, yaitu kelompok pendidikan sebesar 9,12 persen dan kelompok informasi, komunikasi, serta jasa keuangan sebesar 0,17 persen.
“Penurunan ini disebabkan oleh turunnya harga barang-barang seperti sekolah menengah atas, telepon seluler, dan beberapa komoditas kebutuhan sekolah,” tuturnya.
Sementara itu, kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 1,45 persen, didorong oleh kenaikan harga mobil dan sepeda motor, meski harga bensin sempat mengalami penurunan. Di sisi lain, kelompok penyediaan makanan dan minuman seperti restoran juga mencatatkan inflasi sebesar 1,29 persen.
“BPS akan terus memantau perkembangan harga secara berkala untuk menjaga akurasi data dan membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan ekonomi yang tepat,” tutupnya.
- Penulis: admin


