Jawab Pertanyaan Soal Tata Ruang Pangkalpinang, Eka Mulya Putra: Banyak Lahan Resapan Air yang Kini Jadi Perumahan
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 9 Agu 2025
- visibility 124
- comment 0 komentar

Jawab Pertanyaan Soal Tata Ruang Pangkalpinang, Eka Mulya Putra: Banyak Lahan Resapan Air yang Kini Jadi Perumahan
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Persoalan tata ruang menjadi salah satu pertanyaan dalam Debat Publik Pertama Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025, yang digelar di Aston Emidary Hotel Bangka & Conference Center, Jumat (8/8/2025) malam.
Calon Wali Kota Pangkalpinang nomor urut 1, Eka Mulya Putra, menilai tata ruang kota tersebut saat ini sudah tidak memenuhi standar ideal. Menurutnya, tata ruang merupakan kunci utama untuk menciptakan harmoni kehidupan yang seimbang antara masyarakat dan lingkungan.
“Hari ini kita melihat di Pangkalpinang banyak lahan terbuka yang berfungsi sebagai serapan air kini dibangun menjadi perumahan. Ini harus menjadi perhatian serius dalam pemberian izin, baik untuk perumahan maupun usaha yang berpotensi berdampak lingkungan,” ujar Eka.
Dalam kesempatan itu, Eka Mulya juga mendorong adanya penataan ulang tata ruang yang disertai aturan daerah yang lebih kuat.
“Perlu dilakukan penataan-penataan dan peraturan daerah yang lebih tegas untuk mengatur tata ruang,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan tersebut, calon nomor urut 2, Maulan Aklil (Molen), menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang.
“Peninjauan kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk Kota Pangkalpinang sudah dilakukan. Sekarang tinggal menentukan mana zona industri dan mana perumahan agar tata ruang kota bisa terpola dengan baik,” ujar Molen.
“Untuk 5–10 tahun ke depan, konsep tata ruang ini harus sudah dipikirkan dari sekarang,” sambungnya.
Sementara itu, Calon Wali Kota nomor urut 3, Saparudin Masyarif (Udin), memberikan apresiasi khusus terhadap pengamatan Eka.
Dalam kesempatan itu, Udin menyatakan pentingnya penghijauan agar Pangkalpinang menjadi kota rindang seperti Surabaya.
“Pak Eka Mulya ini luar biasa pengamatannya terhadap Pangkalpinang. Beliau seorang aktivis yang selalu memperhatikan kota ini. Memang, lingkungan kita saat ini panas. Kita harus menjadikan Pangkalpinang kota yang rindang seperti Surabaya,” kata Udin.
Selanjutnya, Calon Wali Kota nomor urut 4, Basit Cinda Sucipto, sepakat dengan pandangan Eka, namun menyoroti penebangan pohon besar yang masih banyak terjadi.
“Ruang terbuka hijau di Pangkalpinang masih sangat kurang. Banyak pohon besar yang ditebang. Seharusnya pohon-pohon besar tersebut tidak dipangkas habis, tapi ditata, dikelola, dan dirapikan,” ujar Basit Cinda.
Basit juga mengajak pelibatan pihak swasta dalam penghijauan kota.
“Seperti yang kami lakukan, menanam pohon di sepanjang Jalan Selindung yang sekarang sudah besar sekali,” jelasnya.
Menutup sesi, Eka kembali menegaskan bahwa tata ruang bukan hanya soal penebangan pohon.
“Persoalan tata ruang adalah bagaimana kita merencanakan ruang kehidupan yang holistik, komprehensif, yang memberikan suasana nyaman kepada masyarakat,” ujar Eka.
Selain itu, Eka juga menekankan pentingnya menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS).
“Kalau kepentingan itu kita beri ke pengusaha untuk membangun perumahan tanpa aturan jelas, maka Pangkalpinang akan terus banjir. DAS tidak boleh diganggu gugat. Jangan sampai kita ubah-ubah peraturan RTRW yang sudah ada,” tandasnya.
- Penulis: admin


