Krisis Rujukan Pasien, DPRD Babel Desak Pembangunan RS Jantung dan Stroke Modern
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 31 Jul 2026
- visibility 124
- comment 0 komentar

Krisis Rujukan Pasien, DPRD Babel Desak Pembangunan RS Jantung dan Stroke Modern
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rina Tarol, mendesak pemerintah daerah segera membangun rumah sakit dengan layanan jantung dan stroke modern. Langkah ini dinilai mendesak untuk mendongkrak kualitas pelayanan kesehatan sekaligus menyelamatkan nyawa masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.
Rina mengungkapkan, keterbatasan layanan spesialistik di Bangka Belitung saat ini membuat banyak pasien jantung dan stroke terpaksa dirujuk ke luar daerah. Atas dasar itu, ia menegaskan bahwa proyek pembangunan ini harus dipandang sebagai investasi kemanusiaan jangka panjang, bukan sekadar beban anggaran daerah.
“Pelayanan jantung dan stroke harus kita lihat sebagai investasi untuk menyelamatkan nyawa, bukan sekadar dari besarnya anggaran yang dikeluarkan. Tapi memang, setiap kebijakan tetap harus berpijak pada kajian yang komprehensif, perencanaan yang matang, dan kemampuan fiskal daerah yang terukur,” ujar Rina, Jumat (31/7/2026).
Politisi Partai Golkar ini juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada pembangunan fisik atau sekadar mendirikan gedung megah. Tantangan utama penanganan medis modern justru terletak pada pemenuhan infrastruktur pendukung dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.
“Yang paling penting bukan hanya membangun gedung rumah sakit, tetapi memastikan tersedianya dokter spesialis, tenaga kesehatan yang kompeten, peralatan medis yang memadai, serta sistem pelayanan yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat Bangka Belitung,” tutur Rina.
Lebih lanjut, Rina menyoroti kondisi geografis Bangka Belitung sebagai wilayah kepulauan yang kerap menyulitkan mobilisasi pasien. Proses rujukan ke luar daerah memakan waktu lama dan memperbesar beban finansial keluarga pasien. Padahal, penyakit fatal seperti jantung dan stroke sangat bergantung pada kecepatan penanganan medis (golden period).
“Sebagai provinsi kepulauan, kita memiliki tantangan geografis yang membuat banyak pasien masih harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan jantung dan stroke. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah daerah melakukan penguatan layanan secara menyeluruh. Hal itu mencakup pembangunan fasilitas kesehatan, pemenuhan dokter spesialis saraf dan jantung, pengadaan alat medis mutakhir, hingga pembenahan sistem rujukan yang responsif.
Rina optimistis proyek ini dapat terealisasi jika Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, DPRD, pemerintah pusat, dan tenaga kesehatan mampu memperkuat sinergi kerja dengan tetap menjaga akuntabilitas anggaran.
“Saya meyakini, peningkatan pelayanan kesehatan bisa diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah. Mari kita hadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat,” pungkas Rina. (Gm)
- Penulis: admin


