Pemkot Pangkalpinang Sinkronisasikan Layanan 6 SPM Posyandu dan Penanggulangan ATM
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 24 Jun 2026
- visibility 77
- comment 0 komentar

Pemkot Pangkalpinang Sinkronisasikan Layanan 6 SPM Posyandu dan Penanggulangan ATM
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang memperluas peran kader posyandu agar tidak hanya berfokus pada urusan kesehatan ibu dan anak. Kini, para kader ikut mengawal enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekaligus memperkuat benteng pertahanan warga dari ancaman penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM).
Langkah ini diungkapkan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Pangkalpinang Agustu Afendi, dalam rapat koordinasi pembinaan Tim Pembina Posyandu Enam SPM dan sosialisasi penanggulangan ATM di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu pagi (24/6/2026).
Kegiatan yang juga dihadiri Ketua TP PKK Hj. Susanti Saparudin S.E, Kepala Dinas P3AKB Erwandy, serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tersebut, mengumpulkan sedikitnya 119 kader posyandu, serta pengurus posyandu tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Pangkalpinang.
Ditemui usai acara, Agustu menjelaskan bahwa pemerintah daerah sedang gencar menyelaraskan program posyandu agar bergerak lebih masif di akar rumput.
“Kegiatan ini terkait dengan rapat koordinasi pembinaan Tim Pembina Posyandu Enam SPM, terus juga terkait dengan sosialisasi kegiatan penanggulangan ATM dalam rangka pemberantasan penyakit AIDS, TBC, dan malaria di Kota Pangkalpinang,” kata Agustu kepada wartawan.
Ia menekankan integrasi ini menjadi kunci utama untuk menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat kelurahan, termasuk intervensi pemenuhan gizi buruk pada anak.

“Hari ini kita lakukan (sosialisasi), dengan hadirnya kader-kader sebanyak 119 kader Posyandu di Kota Pangkalpinang, seluruh ketua Posyandu kelurahan dan maupun kecamatan dalam rangka sinkronisasi integrasi penurunan stunting,” ujarnya.
Melalui transformasi ini, posyandu di Pangkalpinang kini mengemban amanah untuk memantau enam bidang SPM dasar. Bidang-bidang tersebut meliputi urusan Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Sosial, hingga Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat (Trantibum).
Diungkapkan Agustu, Pemerintah Kota Pangkalpinang ingin menghapus stigma lama yang menganggap posyandu hanya tempat menimbang bayi atau membagikan makanan tambahan.
“Jadi, kita ingin mengintegrasikan bahwa seluruh Posyandu tidak hanya melayani terkait dengan bina keluarga balita, Bina Keluarga remaja, atau bina keluarga lansia, kita juga mengintegrasikan kesehatan itu bahwa semuanya itu ada di kader Posyandu Kota Pangkalpinang,” tutur Agustu.
Di sisi lain, Agustu juga membeberkan peta kerawanan penyakit menular di wilayahnya. Saat ini, grafik temuan kasus AIDS, TBC, dan malaria di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut, masih berada dalam kondisi terkendali. Namun, posyandu tetap diminta waspada dan terus melakukan deteksi dini.
“AIDS, TBC dan Malaria di kota Pangkalpinang ini masih standar saja, tidak ada peningkatan, tapi kita tetap berkonsentrasi penuh untuk menurunkan angka-angkanya,” pungkas Agustu.
- Penulis: admin


