Resmikan Lempah Kuning Daun Simpur, Prof Saparudin: Ini Kuliner Khas Bangka Paling Sehat
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 10 Okt 2026
- visibility 85
- comment 0 komentar

Resmikan Lempah Kuning Daun Simpur, Prof Saparudin: Ini Kuliner Khas Bangka Paling Sehat
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif, meresmikan Restoran Lempah Kuning Daun Simpur pada Sabtu (10/10/2026). Dalam sambutannya, Saparudin mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mempromosikan kuliner khas Bangka Belitung tersebut agar semakin dikenal di kancah nasional hingga internasional.
Saparudin menceritakan kehadirannya hari itu merupakan undangan langsung dari sang pemilik untuk mencicipi hidangan ikonik tersebut. Ia juga menantang para pengunjung untuk ikut mengulas cita rasa kuliner ini di jejaring media sosial.
“Kita diundang oleh teman kita, Owner Lempah Kuning Daun Simpur untuk membuka usahanya. Dan kita diminta untuk mencicipi, makan, dan memberi komentar. Bener gak Pak Owner?” ujar Saparudin.
Ia menekankan pentingnya peran media sosial dalam memperluas jangkauan pasar kuliner lokal. Menurutnya, promosi digital secara masif akan berdampak besar bagi eksistensi makanan tradisional.
“Jadi harus dimakan, dicicip, terus kasih komen di media sosial, kasih komen Lempah Kuning Daun Simpur, kasih tag lagi. Agar apa? Agar Lempah Kuning ini bisa dipromosikan. Tidak hanya kepada masyarakat Pangkalpinang dan masyarakat di Bangka Belitung saja, namun juga secara nasional maupun internasional. Karena Lempah Kuning ini adalah makanan khasnya Bangka Belitung,” tuturnya.
Lebih lanjut, Saparudin memuji kandungan gizi dari lempah kuning. Dari sudut pandang kesehatan, ia menilai hidangan berkuah ini jauh lebih unggul karena metode pengolahannya yang minim lemak jahat.
“Saya melihat Lempah Kuning ini sebetulnya makanan yang paling sehat. Kenapa? Karena masak Lempah Kuning ini kita tidak pakai minyak, bener ya Owner? Kita tidak pakai minyak, jadi cuma air putih dimasak, sudah mendidih, taruh bumbu-bumbu, habis itu taruh ikan, selesai. Habis itu dimakan, jadi ini makanan yang simpel dan sehat karena tidak pakai minyak,” jelasnya.
Selain menyoroti sisi kesehatan, Saparudin juga mengapresiasi pemilihan nama restoran yang menggunakan unsur alam tradisional, yaitu daun simpur. Penggunaan nama ini membangkitkan memori masa kecilnya saat berbelanja ke pasar tradisional di Pangkalpinang.
“Jadi waktu kami masih kecil-kecil dulu, daun Simpur ini kalau kita pergi ke pasar, beli ikan, itu dibungkusnya pakai daun Simpur dan diikat pakai tali kurut namanya. Nah, kalau dibungkus daun Simpur ini, kata orang tua dulu bisa lebih awet dibanding dibungkus pakai plastik ataupun yang lain,” kenangnya.
Filosofi keawetan daun simpur tersebut diiringi doa agar bisnis kuliner baru ini dapat bertahan lama dan sukses di tengah ketatnya persaingan usaha. Ia berharap kehadiran restoran ini dapat memperkuat daya tarik wisata kuliner di wilayahnya.
“Makanya restoran ini kita harapkan menjadi restoran yang awet. Awet terus dan maju terus. Itulah harapan kita, agar lempah kuning ini menjadi juga salah satu identitas dari kota Pangkalpinang, menjadi tempat bertemunya masyarakat Pangkalpinang untuk menikmati lempah kuning khas kota Pangkalpinang,” pungkasnya.
Grand Opening Lempah Kuning Daun Simpur tersebut juga dimeriahkan oleh Keroncong Bangka “Orkes Cerudik“, yang beranggotakan para praktisi seni juga pengusaha penghobi Keroncong di Bangka Belitung.
- Penulis: admin


