Polisi Diduga Aniaya Siswa SMA di Kisaran hingga Tewas, Polda Sumut Gelar Prarekonstruksi
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 18 Mar 2025
- visibility 198
- comment 0 komentar

Polisi Diduga Aniaya Siswa SMA di Kisaran hingga Tewas, Polda Sumut Gelar Prarekonstruksi
DOORSTOP.ID, KISARAN — Polda Sumatra Utara bersama Polres Asahan menggelar prarekonstruksi kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum polisi dan menyebabkan tewasnya seorang siswa SMA di Kisaran, Pandu Brata Siregar (18). Rekonstruksi ini mengungkap rangkaian kejadian tragis yang menimpa korban.
Berdasarkan kronologi versi tersangka Dimas alias Bagol, insiden bermula ketika Pandu terjatuh dari sepeda motor saat dikejar aparat. Tak lama setelah itu, ia diduga ditabrak oleh sepeda motor WR 155 yang dikendarai oleh Yudi Siswoyo dan IPDA Ahmad Efendi.
Korban yang berusaha melarikan diri kemudian diamankan oleh tersangka Dimas alias Bagol di Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan.
“Setelah diamankan, Bagol memiting dan membanting korban,” ujar penyidik Reskrim Polres Asahan, Nuel, dalam prarekonstruksi yang digelar Senin (17/3/2025).
Tidak berhenti di situ, korban juga mengalami penganiayaan lebih lanjut. Bagol diduga memijak dada korban, memukul wajahnya, hingga mencekiknya. Sementara itu, IPDA Ahmad Efendi disebut turut memberikan tendangan lutut ke perut Pandu.
Dalam adegan berikutnya, korban ditelentangkan dan sempat ditodong senjata dengan ancaman “ku tembak kau nanti” sebelum akhirnya dibawa menggunakan sepeda motor ke Polsek Simpang Empat.
Kasus ini berawal dari insiden pada Minggu (9/3/2025) malam. Menurut keterangan keluarga korban, Pandu sedang menonton balap lari di dekat PT Sintong bersama teman-temannya. Saat polisi datang membubarkan kegiatan tersebut, terjadi aksi kejar-kejaran.
“Awalnya ada dua motor polisi yang mengejar. Karena panik, anak-anak itu berusaha kabur. Pandu melompat dari motor dan terjatuh. Saat itu dia mengaku langsung ditendang dua kali oleh oknum polisi itu,” ujar salah seorang kerabat korban, Selasa (11/3/2025).
Setelah diamankan, Pandu sempat dibawa ke Polsek Simpang Empat sebelum akhirnya dijemput keluarganya dan dibawa berobat.
Dari hasil pemeriksaan medis, dokter menemukan adanya luka dalam yang diduga menyebabkan organ tubuhnya mengalami kebocoran, salah satunya di bagian lambung. Selain itu, korban juga mengalami luka di kepala dan wajah.
Kini, keluarga korban masih berunding apakah akan melaporkan kasus ini ke Propam Polres Asahan ataukah tidak.
“Korban ini anak yatim piatu. Saat ini kami fokus pada pemakaman dulu. Untuk laporan, kami masih mempertimbangkan, terutama karena kendala biaya,” ujar salah satu anggota keluarga.
- Penulis: admin


