Rina Tarol Desak Pemda Perkuat UPJA dan Atasi Alih Fungsi Lahan di Desa Rias
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 18 Jul 2026
- visibility 85
- comment 0 komentar

Rina Tarol Desak Pemda Perkuat UPJA dan Atasi Alih Fungsi Lahan di Desa Rias
DOORSTOP.ID, PANGKALPINANG — Sektor pertanian di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, kini menghadapi ancaman serius yang membutuhkan penanganan segera dari pemerintah daerah. Selain keterbatasan sarana pascapanen, kawasan sentra produksi padi terbesar di Bangka Belitung ini juga dibayangi oleh penyusutan sumber air dan laju alih fungsi lahan sawah yang kian mengkhawatirkan.
Kondisi tersebut mengemuka saat Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rina Tarol, meninjau langsung Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) Berkah Tani, pada Jumat (17/7/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Rina memantau proses pengolahan gabah hingga menjadi beras sekaligus menyerap aspirasi dan kendala yang dihadapi para petani lokal. Para petani mengeluhkan belum adanya mesin pengering gabah (dryer) di wilayah mereka. Saat musim hujan tiba, petani mengaku kesulitan mengeringkan gabah sehingga kualitas beras menurun drastis dan volume produksi tidak dapat maksimal.
Pengelola UPJA Berkah Tani mengungkapkan, fasilitas mereka saat ini baru sebatas empat unit traktor dan rotavator. Mereka sangat membutuhkan mesin pengering agar hasil panen tetap terjaga optimal di segala musim.
Merespons keluhan itu, Rina menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memperkuat peran UPJA. Ia meminta distribusi bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dilakukan secara merata agar tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu saja.
“Jangan sampai alsintan hanya dikuasai beberapa pihak. Kita ingin UPJA bertambah sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh petani,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Bangka Selatan tersebut saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).
Namun, Rina mengingatkan bahwa persoalan di Desa Rias jauh lebih kompleks daripada sekadar kelangkaan alat. Ia menyoroti penurunan debit sumber air serta maraknya alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan kelapa sawit yang berpotensi merusak kapasitas produksi pangan daerah. Padahal, Desa Rias merupakan pilar utama penyangga ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Oleh karena itu, Rina mendesak pemerintah untuk segera menyusun basis data yang akurat terkait perubahan luas lahan sawah, kondisi jaringan irigasi, serta ketersediaan sumber air. Ia juga meminta rencana pembangunan pintu air dan saluran pembuangan menuju laut dihitung secara matang agar proyek tersebut efektif mereduksi banjir tanpa mengorbankan pasokan air ke sawah warga.
Rina berharap, seluruh persoalan petani ini tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas, melainkan langsung ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret. Baginya, menyelamatkan produktivitas Desa Rias adalah harga mati untuk menjaga ketahanan pangan Bangka Belitung di tengah gempuran alih fungsi lahann. (*)
- Penulis: admin


