Sebab Kekayaan Elon Musk Lenyap Rp334 Triliun dalam Semalam
- account_circle admin
- calendar_month Sab, 25 Jul 2026
- visibility 130
- comment 0 komentar

Elon Musk, Photo by Molly Riley.
Sebab Kekayaan Elon Musk Lenyap Rp334 Triliun dalam Semalam
Saham Tesla ambrol hingga 14,1 persen pada perdagangan Kamis siang (23/7/2026), mencatat rekor penurunan satu hari terdalam sejak Juni 2025. Dilansir dari Yahoo! Finance, Jumat (24/7/2026), koreksi tajam ini langsung menghanguskan kekayaan sang CEO, Elon Musk, sebesar USD 18,6 miliar atau setara Rp334,2 triliun (asumsi kurs Rp17.969 per USD).
Meski kehilangan ratusan triliun dalam semalam, Musk tetap bertahan di posisi puncak orang terkaya di dunia dengan total kekayaan bersih USD 731,7 miliar (sekitar Rp13,1 kuadriliun). Posisi tersebut masih berada jauh di atas co-founder Google Larry Page (USD 263,8 miliar) dan pendiri Amazon Jeff Bezos (USD 245,4 miliar).
Rekor Erosi Kekayaan Musk
Laju koreksi terbaru ini memperpanjang tren negatif harta Elon Musk yang terus tergerus gelombang penjualan besar-besaran dalam beberapa pekan terakhir. Sejak Initial Public Offering (IPO) SpaceX sempat mengorbitkan Musk sebagai triliuner pertama berharta USD 1,4 triliun (sekitar Rp25,1 kuadriliun), kekayaannya kini telah terkikis lebih dari USD 700 miliar atau sekitar Rp12.594 triliun. Aksi jual masif pasca-IPO tersebut bahkan menyeret jatuh kekayaan bersih Musk ke bawah level sebelum SpaceX melantai di bursa.
Laba Meleset Jauh
Pasar merespons negatif rilis laporan keuangan kuartalan Tesla pada Rabu (22/7). Produsen mobil listrik ini sebenarnya membukukan pendapatan USD 28,2 miliar (sekitar Rp506,7 triliun), melampaui estimasi analis yang mematok angka USD 27,2 miliar.
Namun, investor menyoroti laba per saham (EPS) yang anjlok ke angka 33 sen, meleset jauh dari proyeksi pasar sebesar 55 sen. Di tengah penurunan laba ini, Direktur Keuangan Tesla, Vaibhav Taneja, menegaskan bahwa perusahaan tetap agresif menggelontorkan modal kerja.
“Tesla berencana menghabiskan sebanyak USD 25 miliar (sekitar Rp449,2 triliun) pada tahun ini, dan jumlah itu akan bertambah pada tahun berikutnya,” ujar Taneja dalam konferensi laporan keuangan tersebut.
Tagih Bukti Robotaxi dan Optimus
Kemerosotan saham ini memicu desakan dari para pemegang saham yang menagih kepastian proyek masa depan Tesla. Investor mempertanyakan alasan penundaan rencana bisnis robotaxi serta lini robot humanoid Optimus.
Wall Street turut memberikan catatan kritis. Analis Morgan Stanley menilai pengeluaran besar Tesla merupakan investasi penting, namun mereka meminta manajemen segera menunjukkan capaian nyata dari program robotaxi dan Optimus.
Sentimen serupa datang dari Canaccord Genuity yang mendesak Tesla menyebarkan armada robotaxi dalam enam bulan ke depan seiring dengan peningkatan strategi kecerdasan buatan (AI) perusahaan.
Wacana Merger Tesla–SpaceX
Di sisi lain, analis Canaccord menyuarakan harapan agar Tesla dan SpaceX segera melakukan merger. Menanggapi spekulasi pasar tersebut, Elon Musk memilih bersikap hati-hati dan menolak memberikan jawaban spekulatif.
“Kami tidak bisa membicarakan tentang penggabungan perusahaan dalam konferensi keuangan. Ini harus dilakukan melalui proses yang sesuai,” tegas Elon Musk.
Kendati menolak memberi kepastian, Musk mengakui adanya tumpang tindih operasional yang semakin erat antara kedua perusahaannya. Ia mencontohkan integrasi Starlink ke dalam Cybertrucks serta proyek TeraFab—sebuah kolaborasi produksi chip AI yang melibatkan Tesla, SpaceX, dan xAI yang kini menjadi anak usaha SpaceX.
Tekanan terhadap bisnis Musk tidak hanya datang dari sektor otomotif. Dari industri antariksa, roket Starship milik SpaceX sukses meluncurkan penerbangan percobaan ke-13 pada Kamis (23/7), yang menjadi penerbangan pertama sejak IPO bulan lalu.
Penerbangan ini menjadi pembuktian ulang setelah pekan sebelumnya SpaceX terpaksa membatalkan peluncuran akibat mesin roket gagal menyala. Insiden kegagalan mesin tersebut sempat memicu saham SpaceX rontok lebih dari 4 persen dan menghapus kekayaan Elon Musk hingga USD 45 miliar (sekitar Rp807,2 triliun).
- Penulis: admin


