Siapkan Guru Hadapi Era Digital, SMAN 1 Pangkalan Baru Gelar Pelatihan Koding dan AI
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 24 Jul 2026
- visibility 95
- comment 0 komentar

Siapkan Guru Hadapi Era Digital, SMAN 1 Pangkalan Baru Gelar Pelatihan Koding dan AI
DOORSTOP.ID, PANGKALAN BARU — Sebanyak 32 guru SMA Negeri 1 Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengikuti In House Training (IHT) selama dua hari, 22–23 Juli 2026.
Pelatihan bertema “Penguatan Implementasi Pembelajaran Mendalam serta Pengenalan Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI)” ini, menjadi langkah nyata sekolah dalam mendongkrak kompetensi guru agar mampu menghadirkan pembelajaran inovatif yang relevan dengan era digital.
Dlaam sambutannya, Kepala SMAN 1 Pangkalan Baru, Asrobianti, mengajak seluruh guru mengikuti pelatihan dengan penuh semangat. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan lewat penguatan kualitas sumber daya manusia.
Ia juga menegaskan, pihaknya merancang pelatihan ini untuk memperkuat kemampuan pedagogis sekaligus literasi digital tenaga pendidik. Tiga materi utama yang menjadi sorotan meliputi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding, dan Kecerdasan Artifisial (AI), tiga kompetensi krusial untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
“Pelatihan ini merupakan bentuk kecintaan kita terhadap sekolah sekaligus upaya meningkatkan kualitas guru melalui pemanfaatan teknologi informasi. Kami berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam proses pembelajaran,” ujar Asrobianti, Jumat (24/7/2026).
Asrobianti juga menekankan, guru harus terus mengasah kompetensi agar tidak tertinggal oleh pesatnya perkembangan teknologi.
Menurutnya, penggunaan teknologi informasi dalam proses belajar-mengajar akan mampu menciptakan suasana kelas yang lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan karakteristik generasi masa kini.
“Lewat pelatihan ini, kami berharap para guru tampil lebih profesional, adaptif, dan inovatif dalam memayungi teknologi sebagai bagian dari aktivitas belajar-mengajar,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah I Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Wahyudi Himawan, mengapresiasi inisiatif SMAN 1 Pangkalan Baru yang konsisten mendorong peningkatan kualitas guru lewat penguasaan teknologi digital.
Wahyudi menilai transformasi digital telah mengubah wajah dunia pendidikan secara drastis, sehingga menuntut guru untuk beradaptasi dengan cepat.
“Teknologi bergerak sangat cepat. Melalui IHT ini, kami ingin memastikan para guru memiliki rasa percaya diri dan keterampilan yang mumpuni untuk membawa koding serta AI ke dalam ruang kelas secara bijak,” kata Wahyudi.
Pada hari pertama, pemateri Nur Azizah, M.Pd., mengupas tuntas materi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Ia menekankan pentingnya mengubah paradigma mengajar dari metode ceramah konvensional menuju pembelajaran yang aktif, reflektif, kolaboratif, dan menyenangkan (joyful learning). Pendekatan ini, kata dia, guna merangsang siswa berpikir kritis dan memahami materi secara lebih mendalam.
Dosen Politeknik Manufaktur (Polman), Riki Apriansyah, sebagai pemateri berikutnya, membimbing peserta menyelami dasar-dasar koding. Guru dari berbagai mata pelajaran, termasuk guru Bimbingan dan Konseling (BK), langsung mempraktikkan konsep berpikir komputasional (computational thinking) sebagai modal dasar untuk melatih siswa memecahkan masalah secara sistematis.
Sementara itu, sesi mengenai Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu agenda yang paling memikat antusiasme peserta. Para guru mempraktikkan langsung penggunaan berbagai aplikasi AI untuk mempercepat penyusunan modul ajar, pembuatan media pembelajaran interaktif, perumusan soal dan instrumen evaluasi, hingga analisis capaian belajar siswa secara efisien.
Salah seorang peserta mengakui, bahwa pelatihan ini berhasil membuka sudut pandang baru terkait pemanfaatan AI di sekolah.
“Awalnya kami mengira koding dan AI hanya untuk guru komputer. Setelah dipraktikkan, ternyata teknologi ini sangat membantu mempercepat penyusunan administrasi pembelajaran sekaligus menghasilkan materi yang lebih menarik bagi siswa,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut nyata, SMAN 1 Pangkalan Baru mewajibkan seluruh peserta menyusun draf modul ajar yang mengintegrasikan pendekatan Deep Learning, Koding, dan AI sesuai mata pelajaran masing-masing. Guru ditargetkan mulai menerapkan modul tersebut pada proses pembelajaran tahun ajaran 2026/2027. (Hr)
- Penulis: admin


