Sinyal Bahaya bagi AS! Iran-Korut Siapkan ‘Kejutan‘ Nuklir
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 16 Mar 2026
- visibility 206
- comment 0 komentar

Grafis bendera Iran-Korut (foto: iStock)
Sinyal Bahaya bagi AS! Iran-Korut Siapkan ‘Kejutan’ Nuklir
DOORSTOP.ID — Poros perlawanan antara Iran dan Korea Utara (Korut) diprediksi bakal kembali membara. Sejumlah analis mencium gelagat kuat bahwa kedua negara ini akan mempererat kerja sama militer, khususnya dalam pengembangan rudal balistik dan teknologi nuklir, setelah tensi konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) serta Israel mulai mereda.
Selama dekade terakhir, Pyongyang konsisten menjadi “pemasok bayangan” teknologi rudal dan bantuan teknis pengayaan uranium bagi Teheran. Kini, saat Iran harus membangun kembali infrastruktur militernya yang porak-poranda akibat perang, bantuan Korea Utara menjadi opsi paling realistis.
Analis senior dari Korea Institute for National Security (KINU), Cho Han-bum, menegaskan bahwa hubungan militer kedua negara segera memasuki babak baru yang lebih aktif.
“Korea Utara dan Iran kemungkinan akan kembali bekerja sama dalam pengembangan rudal serta pembangunan kembali fasilitas pengayaan uranium, karena Iran merasa sangat perlu memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan balasan besar,” ujar Cho, melansir laporan South China Morning Post (SCMP), Senin (16/3/2026).
Dukungan Politik dan Diplomasi Nuklir
Tak hanya urusan senjata, hubungan kedua negara juga makin mesra secara politik. Pyongyang secara terbuka mendukung kepemimpinan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Melalui kantor berita KCNA, Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan penghormatan penuh atas transisi kekuasaan tersebut.
Sebelumnya, Korea Utara juga melayangkan kecaman keras terhadap serangan udara AS dan Israel ke wilayah Iran. Pyongyang menuding aksi tersebut sebagai agresi ilegal yang menghancurkan fondasi perdamaian kawasan sekaligus memicu instabilitas global.
Pamer Kekuatan di Tengah Latihan Militer AS-Korsel
Di saat yang sama, Kim Jong-un terus memamerkan taringnya. Pemimpin Korut tersebut baru saja memimpin langsung peluncuran rudal jelajah strategis dari kapal perusak terbaru mereka. Kim mengklaim bahwa kekuatan nuklir negaranya kini telah mencapai “fase operasi multi-peran” yang lebih mematikan.
Langkah provokatif ini sengaja dilakukan menjelang latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan, Freedom Shield, yang dijadwalkan mulai 19 Maret mendatang. Adik perempuan Kim, Kim Yo-jong, bahkan melempar ancaman serius bahwa pamer kekuatan musuh di dekat wilayahnya akan memicu “konsekuensi yang tak terbayangkan.”
Sejarah Panjang “Saudara Senjata”
Laporan AFP menyebutkan bahwa Iran baru saja melakukan uji coba nuklir susulan setelah meluncurkan 10 rudal balistik pada Sabtu lalu. Uji coba ini melibatkan 12 peluncur roket multipel ultra-presisi kaliber 600mm.
Kedekatan militer Teheran dan Pyongyang sebenarnya bukan barang baru. Aliansi ini sudah berakar sejak 1973 dan menguat selama Perang Iran-Irak pada 1980-an. Saat itu, Korut memasok rudal Scud-B dan Scud-C yang menjadi cikal bakal rudal Shahab milik Iran.
Peneliti senior KINU, Oh Gyeong-seob, menilai sanksi internasional yang mencekik justru membuat Iran tidak punya pilihan selain berpaling ke Pyongyang dan Rusia.
“Sangat kuat dugaan bahwa kemajuan pesat Iran dalam teknologi nuklir dan rudal adalah hasil kerja sama rahasia dengan Korea Utara. Di bawah tekanan sanksi, mereka saling membutuhkan untuk bertahan dan melawan,” pungkas Oh.
- Penulis: admin


