Sore Ini Kemenag Gelar Sidang Isbat Iduladha 2026, Pantai Batu Kapur Basel Jadi Titik Pantau
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 17 Mei 2026
- visibility 105
- comment 0 komentar

Sore Ini Kemenag Gelar Sidang Isbat Iduladha 2026, Pantai Batu Kapur Basel Jadi Titik Pantau
DOORSTOP.ID, BABEL — Kementerian Agama (Kemenag) bersiap menentukan waktu kapan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah jatuh di Indonesia melalui gelaran sidang isbat pada Minggu sore ini (17/5/2026). Forum ini akan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Pihak Kemenag membagi jalannya sidang isbat ke dalam tiga tahapan penting yang dimulai sejak sore hari pukul 16.30 WIB dengan agenda seminar posisi hilal awal Zulhijah 1447 H (terbuka untuk masyarakat umum). Kemudian pukul 18.00 WIB, sidang Isbat inti selepas salat Magrib (berlangsung tertutup). Lalu dilanjutkan pukul 19.00 WIB, akan digelar konferensi pers resmi untuk mengumumkan hasil keputusan sidang kepada publik.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menegaskan pentingnya forum ini dalam menyatukan pandangan umat.
“Sidang isbat menjadi forum bersama untuk memadukan hasil hisab dan rukyatul hilal guna menetapkan awal Zulhijah 1447 H secara akurat dan dapat diterima seluruh umat Islam Indonesia,” ujar Arsad dalam siaran persnya yang dikutip Minggu (17/5/2026).
Potensi Hilal Berdasarkan Data Hisab
Data kalkulasi hisab dari seluruh sistem menunjukkan kesepakatan bahwa ijtimak menjelang Zulhijah 1447 H terjadi pada hari Ahad, 17 Mei 2026, sekitar pukul 03.00.55 WIB. Saat tim melakukan pemantauan (rukyat) nanti, posisi hilal di langit Indonesia diprediksi sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian berkisar antara 3º 37′ 51″ hingga 6º 54′ 23″.
Sementara itu, jarak sudut antara bulan dan matahari (sudut elongasi) berada pada rentang 8º 58′ 23″ hingga 10º 36′ 52″.
88 Titik Pantau di Seluruh Indonesia
Demi menjamin keakuratan hasil di lapangan, Kemenag menggandeng Kantor Wilayah (Kanwil) daerah, Pengadilan Agama, ormas Islam, serta instansi terkait untuk menyebar ttim pemantau.
Mereka akan mengamati hilal secara serentak di 88 lokasi strategis yang membentang dari ujung Aceh hingga Papua Barat. Fasilitas yang diigunakan pun beragam, mulai dari observatorium khusus, kawasan pantai, atap gedung (rooftop), menara pemantauan, hingga menara masjid.
Arsad menambahkan, bahwa perluasan titik pantau ini sengaja dilakukan demi validitas data yang maksimal.
“Pemantauan hilal dilakukan secara luas di berbagai wilayah Indonesia agar hasil rukyat yang diperoleh semakin akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat,” tambajh Arsad.
Khusus untuk wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tim ahli dijadwalkan akan memusatkan pengamatan hilal awal Zulhijah 1447 H ini di Pantai Batu Kapur, Kabupaten Bangka Selatan (Basel).
- Penulis: admin


