Menteri Nusron: Pengelolaan Agraria yang Berkeadilan Jadi Wujud Kontribusi Nyata Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
- account_circle admin
- calendar_month Jum, 24 Okt 2025
- visibility 70
- comment 0 komentar

Kebijakan Pemerintah dalam Pengelolaan Tanah Kini Dilakukan Lebih Selektif dan Berpihak pada Kepentingan Masyarakat
DOORSTOP.ID, BEKASI — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan, dalam satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, telah banyak capaian konkret yang dihasilkan Kementerian ATR/BPN.
Salah satu di antaranya adalah pengelolaan agraria yang lebih berkeadilan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kita patut bersyukur bahwa dalam satu tahun ini, pemerintahan telah memberikan kontribusi yang nyata. Di sektor kami, penataan alokasi dan distribusi tanah kini berjalan lebih berkeadilan,” ujar Menteri Nusron usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 di Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal Hadits, Kota Bekasi, Rabu (22/10/2025).
Menteri Nusron menjelaskan, kebijakan pemerintah dalam pengelolaan tanah kini dilakukan secara lebih selektif dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Salah satu contohnya, terang Nusron, ialah pengetatan aturan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat melalui pola pemberdayaan dan kemitraan yang lebih konkret.
Menurutnya, kebijakan agraria yang berkeadilan juga berkontribusi positif terhadap program ketahanan pangan nasional.
Berdasarkan hasil inventarisasi Kementerian ATR/BPN, lanjut Nusron, terdapat potensi lahan seluas 52.107,97 hektare yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan.
“Kita ingin memastikan tanah tidak hanya menjadi instrumen ekonomi bagi segelintir pihak, tetapi juga berfungsi sosial dan memberi nilai tambah bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Nusron.
Ia menambahkan, ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang memadai.
“Produktivitas pangan bergantung pada tiga hal utama, yaitu ketersediaan lahan, sistem irigasi yang baik, serta dukungan pupuk dan SDM yang berkualitas,” pungkasnya. (LS/JM)
Sumber: Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN RI
- Penulis: admin


